LASKAR HAIDAR

Your description goes here

  • RSS
  • Delicious
  • Facebook
  • Twitter

Popular Posts

Hello world!
Righteous Kill
Quisque sed felis

بسم الله الرحمن الرحيم

و الصلاة و السلام على محمد و آل محمد

السلام عليكم و رحمة الله تعالى و بركاته



اَعْظَمَ اللهُ اُجُورَنابِمُصابِنا بِالْحُسَيْنِ عَلَيْهِ السَّلامُ

وَجَعَلَنا وَاِيّاكُمْ مِنَ الطّالِبينَ بِثارِهِ مَعَ وَلِيِّهِ الاِْمامِ الْمَهْدِيِّ

مِنْ آلِ مُحَمَّدعَلَيْهِمُ السَّلامُ









Laa fataa illa 'ali laa saif illaa dzulfiqaar

About Me

Foto saya
Bandung, Jawa Barat, Indonesia

Blog Archive

Thumbnail Recent Post

Total Tayangan Halaman




Daftar Blog Saya

Entri Populer

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...


السَّلاَمُ عَلَى الْحُسَيْنِ وَ عَلَى عَلِيِّ بْنِ الْحُسَيْنِ وَ عَلَى أَوْلاَدِ الْحُسَيْنِ وَ عَلَى أَصْحَابِ الْحُسَيْنِ

Sekjen Hizbullah Lebanon, Sayid Hassan Nasrullah baru-baru ini mengeluarkan statemen menyikapi transformasi terbaru Lebanon terutama masalah pengadilan internasional kasus teror mantan Perdana Menteri Lebanon Rafiq Hariri, dan para saksi palsu di pengadilan kontroversial itu. Nasrullah terang-terangan menentang keputusan pengadilan internasional kasus Rafiq Hariri, karena keputusan itu ditunggangi kepentingan Amerika Serikat dan Israel.

Menyinggung tuntutan kelompok 8 Maret, Nasrullah menegaskan bahwa pihaknya mendesak pencabutan dukungan nasional Lebanon terhadap pengadilan internasional, penarikan jaksa Lebanon dari pengadilan itu dan pemutusan hubungan pemerintah dengan pengadilan tersebut.

Menyikapi ketidakperdulian Saad Hariri dan kelompok 14 Maret terhadap tuntutan Hizbullah dan kubu 8 Maret, Nasrullah menyatakan pihaknya keluar dari pemerintahan yang berbuntut bubarnya kabinet Hariri. Pemerintahan Lebanon bubar, karena kubu 14 Maret masih mematuhi dikte Barat terutama mengenai urusan dalam negeri dan pengadilan internasional kasus teror Rafiq Hariri.

Sekjen Hizbullah Lebanon mengungkapkan bahwa kelompok oposisi pemerintah tidak menginginkan Saad Hariri kembali menjabat sebagai perdana menteri negara ini. Menurut Nasrullah, kerjasama dengan pemerintah saat ini tidak menguntungkan kepentingan nasional Lebanon. Ditegaskannya, kelompok 14 Maret hendak merusak Lebanon dari dalam dengan mengamini dikte asing yang berakibat bubarnya pemerintahan.

Statemen tegas Sekjen Hizbullah mengenai transformasi terbaru mengemuka di saat pengadilan internasional kasus teror Rafiq Hariri dalam waktu dekat akan mengeluarkan keputusannya. Padahal berbagai kelompok oposisi Lebanon dan opini publik negara ini mendesak pembubaran pengadilan yang disetir Barat itu.
Penolakan faksi-faksi politik dan rakyat Lebanon terhadap pengadilan internasional kasus teror Rafiq Hariri menunjukkan tidak adanya legitimasi pengadilan tersebut di mata mayoritas publik negara ini.

Para pengamat politik menilai kinerja politis pengadilan internasional kasus teror Hariri memicu instabilitas Lebanon, dan friksi antarfaksi politik di negara ini. Dengan demikian tokoh-tokoh Lebanon, termasuk Nasrullah memperingatkan untuk mewaspadai konspirasi Barat melalui pengadilan internasional kasus teror Rafiq Hariri. Ditegaskannya, konspirasi ini berhasil dilumpuhkan berkat kewaspadaan rakyat dan muqawama Lebanon.

Transformasi politik Lebanon dan sikap bungkam kabinet Saad Hariri menunjukan kepada Amerika Serikat dan sekutunya di Lebanon, bahwa kekuatan dan stabilitas Lebanon berkat tekad kuat rakyat, bukan mengekor konspirasi Barat maupun rezim Zionis.(IRIB/PH/MF)



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Wahai Mahdi, wahai epik abadi.

Wahai sumber kemuliaan, wahai harapan, mata hari para penantimu senantiasa terbuka menunggu kedatanganmu.

Wahai pagi kemenangan, malam terasa sangat panjang dan mentari tak kunjung terbit.

Datanglah dan kembangkan kuncup-kuncup harapan dalam hati kami ini.

Wahai fajar ufuk kemenangan, segarkan hati kami yang lelah ini, dan harumkan nuansa kehidupan kami ini dengan cahaya kehadiranmu.

Kami senantiasa mendoakan agar kita semua dapat menjadi saksi kedatangan Imam Mahdi as.

Imam Hasan Askari as menyatakan, "Wahai Mahdi, Allah akan mematahkan makar para kaum zalim melalui tanganmu, menghidupkan kembali nilai-nilai agama, menyebarkan ketenteraman dan perdamaian ke seluruh penjuru dunia, semua sudut di bumi akan hijau dan makmur, dunia akan kembali berseri dan puncak-puncak kemuliaan serta keagungan akan kembali cerah berkatmu. Bayi yang masih dalam gendongan ibu berharap dapat segera bertemu denganmu, binatang-binatang buas di gurun pasir pun berharap dapat berjumpa denganmu."

Sifat dan perilaku Imam Mahdi as kepada masyarakat pada masa kemunculannya, merupakan hal yang menarik untuk dibahas. Yang disebutkan dalam berbagai riwayat terpecaya, Imam Mahdi as memiliki sifat dan perilaku terbaik. Prinsip kehidupannya yang berdasarkan pada sunnah Rasulullah, sangat sederhana. Beliau mengenakan baju-baju dari kain kasar dan murah. Makanan beliau sangat sederhana dan beliau bukan termasuk manusia yang suka bersenang-senang. Kezuhudan dan ketakwaannya mengingatkan manusia pada akhlak Nabi Yahya as. Bahkan kehidupan beliau berada di bawah orang-orang yang tidak memiliki.

Pada hakikatnya dapat dikatakan bahwa kemunculan sang juru selamat dunia, kembali mengingatkan pada akhlak serta perilaku Rasulullah dan para imam yang suci. Imam Mahdi as akan menghidupkan kembali adab dan etika Rasulullah Saw. Beliau akan mengubah seluruh tatanan sosial dan dengan manajemen yang tepat, Imam Mahdi akan menerapkan hukum Allah dalam kehidupan umat manusia. Imam Mahdi as adalah sosok manusia bertauhid dan tunduk pada keagungan serta kebesaran Allah Swt.

Adapun sikap dan perilaku Imam Mahdi as kepada masyarakat sangat menghormatai dan tegas. Dalam hal ini Rasulullah menyebutkan bahwa masyarakat yang telah dilelahkan oleh kezaliman dan ketidakadilan, selalu mencari-cari sang juru selamat, dan ketika penyelamat itu muncul, mereka akan mengikutinya. Imam Ali ar-Ridha as mengatakan, "Ia sangat layak untuk masyarakatnya, lebih penyayang dari kedua orang tua, dan paling tunduk di hadapan Allah Swt. Apa yang dianjurkannya kepada masyarakat, telah diamalkannya terlebih dahulu, dan apa yang dilarang olehnya, maka ia sendiri lebih menghindari hal tersebut dibandingkan dengan orang lain.

Semerbak harum wujudnya lebih wangi dari wewangian apapun dan harumnya menyelimuti seluruh penjuru dunia. Ia mendoakan orang lain dan doanya akan selalu terkabul. Imam Husain as mengatakan, "Kalian akan mengenal Mahdi as dengan ketenangan dan kewibawaannya, dengan pengetahuannya atas yang halal dan yang haram, serta dengan kebutuhan manusia terhadapnya namun ia tidak membutuhkan mereka."

Sang juru selamat ini sama seperti para imam pendahulunya, sangat dermawan dan lapang dada. Ia akan memberikan apa saja yang dimilikinya kepada orang yang membutuhkannya. Dalam riwayat disebutkan, tidak ada orang yang kembali dengan tangan kosong. Imam Mahdi as tidak pernah memikirkan apapun kecuali Allah Swt dan keridaan-Nya. Ia tidak pernah lelah untuk membangun dan membimbing masyarakat serta menyelamatkan umat manusia dari kegelapan dan kefasadan. Dalam melakukan tugas ini ia tidak menginginkan imbalan apapun.

Imam Mahdi as adalah penyeru kebenaran dan penyebar keadilan ke seluruh penjuru dunia. Sebelum menerapkan dalam masyarakat, Imam Mahdi as telah menerapkan keadilan tersebut dalam dirinya. Oleh karena itu, Rasulullah Saw bersabda, "Beruntunglah orang yang dapat melihat Mahdi, beruntunglah orang yang mencintainya, dan beruntung pula orang yang mengakui kepemimpinannya."

Mari kita kembali merenungkan poin ini bahwa menurut pandangan Islam, dunia dan kehidupan ideal yang akan dibangun oleh Imam Mahdi as bukan akhir dari perjalanan umat manusia. Masa depan yang indah ini bukan seperti ketika sebuah rumah megah an indah terbangun, penghuninya tidak perlu melakukan apapun. Melainkan, masa depan tersebut memerlukan perlindungan dan perawatan sehingga tetap terjaga keindahannya. Dan dengan demikian, perjalanan manusia pada masa depan itu akan tetap berlanjut dan terus menuju pada puncak-puncak kemuliaan yang lebih tinggi.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat, Gabrielle Giffords, ditembak di kepala di luar sebuah toko di Arizona pada Sabtu 8, Januari 2011, waktu setempat. Perempuan berusia 40 tahun ini menjadi salah satu dari sepuluh orang yang terluka dalam aksi mematikan itu.

Anggota DPR dari Partai Demokrat itu ditembak saat menggelar pertemuan dengan pendukungnya. Kemudian seseorang menembak ke arah kerumunan itu sehingga enam orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka. Salah satu dari enam orang yang tewas adalah anak kecil berusia 9 tahun.

Reaksi Obama sendiri sangat cepat. Di televisi nasional, Obama mengungkapkan kesedihannya atas peristiwa itu. Obama juga meminta masyarakat supaya tenang. Polisi di Ibukota juga meminta setiap anggota Kongres Amerika untuk meningkatkan keamanan dirinya.

Aksi penembakan itu terjadi setelah memuncaknya friksi antarkelompok politik di AS. Kelompok konservatif menuding kubu liberal demokrat yang saat ini berkuasa di AS sebagai komunis, fasis dan anti-kapitalis. Sementara itu, kelompok liberal demokrat menuding kubu konservatif sebagai sebagai kelompok radikal yang langkah-langkahnya merugikan masyarakat.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, kedua pihak berupaya menunjukkan perselisihan di depan publik. Kini, friksi antarkedua kelompok kian memuncak, bahkan pada tahap, mereka tidak mau berdamai. Jika kondisi ini terus berlanjut, aksi kekerasan akan kembali muncul di negara ini menyusul kian memanasnya friksi antarkedua kelompok.

Pekan lalu, para anggota Komite Nasional Partai Republik memilih Reice Priebus sebagai Ketua Partai Republik. Dengan demikian, Priebus menggantikan Michael Steele. Menurut rencana, Priebus setelah terpilih sebagai Ketua Partai Republik akan mengendalikan partai ini hingga dua tahun mendatang.

Dua tahun lalu, Steele disebut-sebut sebagai kulit hitam pertama yang menjabat sebagai Ketua Komite Nasional Partai Republik. Kelompok konservatif esktrem seringkali menudingnya sebagai figur yang moderat. Dengan tersingkirnya tokoh moderat ini, kelompok ekstrim mengambil alih kendali Partai Republik. Kegagalan Steele mengumpulkan donasi dalam jumlah besar disebut-sebut sebagai alasan utama tersingkirnya Steele dalam persaingan pemilihan ketua Partai Republik.

Kini, Komite Nasional Partai Republik mempunyai hutang sebesar 20 juta dolar AS.. Sementara itu, Priebus berjanji akan mengumpulkan dana sebesar 400 juta dolar. Para tokoh utama Partai Republik mengkhawatirkan bahwa berpalingnya para donator di kubu konservatif dapat menentukan nasib partai ini dalam pemilu 2012. Adapun para pendukung Steele menilai donasi sebagai alasan yang dibuat-buat.. Sebab, Ketua Partai Republik saat ini berhasil memenangkan pemilu sela November lalu dengan dana yang sedikit. Analis menyebutkan, pergeseran ketua di partai ini terjadi menyusul kuatnya posisi Tea Party di kubu Partai Republik.

Menyusul peringatan sembilan tahun berdirinya penjara Guantanamo, kelompok-kelompok HAM melakukan demonstrasi di Washington menuntut penutupan penjara Guantanamo yang dibuka militer AS untuk menahan tersangka teroris. Para anggota Amnesty International, Witness Against Torture dan kelompok-kelompok lainnya yang mengenakan penutup kepala dan seragam penjara berwarna oranye berdemo di depan Gedung Putih kemudian bergerak ke Departemen Kehakiman AS.

AS membuka penjara itu tanggal 11 Januari 2002, pada masa pemerintahan presiden George W. Bush. Sejak dibukanya Guantanamo, 600 lebih tahanan telah dibebaskan namun penjara itu masih menahan 173 orang. Banyak diantara tahanan yang tersisa itu telah diputuskan akan dibebaskan.

Laporan-laporan resmi menunjukkan bahwa banyak kekerasan dan penyiksaan yang terjadi di penjara itu. Bahkan disebutkan pula, penghinaan atas Al-Quran juga dijadikan alat untuk memaksa para tahanan yang diduga teroris supaya memberikan pengakuan. Sebelumnya, Presiden AS, Barack Obama menjanjikan akan menutup penjara Guantanamo di Kuba. Namun janji itu hingga kini hanyalah isapan jempol belaka.

Pekan lalu, Obama juga mengeluarkan instruksi supaya mengurangi sanksi embargo Washington atas Kuba. Melalui peraturan baru, Obama berniat akan mengurangi pembatasan perjalanan warga AS ke Kuba. Dengan demikian, para mahasiswa dan warga AS diperkenankan bepergian ke Kuba dan bertemu dengan kerabat dan temannya dalam sebuah acara keagamaan.

Menurut peraturan baru, setiap warga AS diperbolehkan mengirimkan uang maksimal 500 Usd ke Kuba, sekali dalam tiga bulan. Selama ini, hanya tiga bandara yang boleh menerbangkan pesawat-pesawat penumpang ke Kuba. Dengan peraturan baru ini, pesawat-pesawat penumpang bisa terbang ke Kuba dari berbagai bandara internasional AS. Peraturan baru ini akan mendorong warga AS untuk melakukan perjalanan pertama kali ke Kuba dan meningkatkan investasi ke negara ini.

Menurut rencana, peraturan baru itu akan diterapkan dari awal bulan Februari atau akhir Januari. Sejumlah media menilai kebijakan Obama sebagai langkah untuk mengharmoniskan hubungan AS dan Kuba. Akan tetapi pada saat yang sama, Gedung Putih masih memberlakukan embargo ketat pada Kuba.

Pekan lalu, Departemen Tenaga Kerja AS mengumumkan bahwa pemohon asuransi pengangguran di negara ini bertambah. Sebagaimana tercantum dalam laporan Depnaker AS, jumlah pemohon asuransi meningkat drastis dari 410 ribu orang pada pekan lalu, menjadi 445 ribu dalam sepekan terakhir ini.

Data pengangguran di AS itu menunjukkan bahwa krisis serius masih melilit bursa kerja di negara ini. Menurut data yang ada, lebih dari 15 juta warga AS menjadi penganggur dan hanya 4,6 juta warga yang mempunyai asuransi pengangguran.

Kondisi ekonomi AS sedemikian buruk hingga PBB mengkhawatirkan dampak-dampaknya bagi ekonomi global. Menurut laporan PBB pada bulan Desember 2010, ekonomi AS akan mengalami kondisi yang lebih parah pada tahun ini, bila tidak ada suntikan dana yang mendorong ekonomi negara ini. Disebutkan pula, laju ekonomi di Negeri Paman Sam juga belum bisa menyelesaikan masalah pengangguran dalam negeri.

Berdasarkan laporan tersebut, indeks laju ekonomi AS hanya mencapai 2,6 persen pada tahun 2010, dan diperkirakan akan menurun menjadi 2,2 persen pada tahun 2011. Dari sisi lain, Institut Kepailitan Amerika Serikat (ABI) mengumumkan, tingkat kepailitan di bidang usaha swasta pada tahun 2010 meningkat sembilan persen dibanding tahun lalu. Diperkirakan tingkat kepailitan itu akan meningkat pada tahun 2011.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, menilai pihak asing sebagai pelaku di balik kerusuhan pasca pemilu presiden kesepuluh yang dikenal dengan istilah fitnah 88. Dikatakannya, "Kantong fitnah yang biasa diistilahkan masyarakat adalah pihak-pihak yang dipermainkan oleh dalang utama."
Rahbar di hadapan ribuan warga kota Qom, menyebut kearifan atau identifikasi kondisi dengan benar, rasa tanggung jawab dan partisipasi di arena sebagai tiga kunci utama keberhasilan di tengah ujian Ilahi. Dikatakannya pula, tiga hal itu dapat menyiapkan kemajuan materi dan spiritual. Lebih lanjut Rahbar menuturkan, "Bangsa Iran setelah melewati berbagai ujian Ilahi sepanjang 32 tahun, kini lebih tegas dari masa-masa sebelumnya dan terus melanjutkan misi mereka dengan gigih untuk mencapai puncak kebahagiaan dan kehidupan ideal baik di dunia maupun di akhirat."

Rahbar dalam pidatonya bertepatan Hari Kebangkitan Masyarakat Qom pada tanggal 19 Dey, menyebut hari bersejarah itu sebagai indikasi kemajuan masyarakat Qom dari sisi kearifan, rasa tanggung jawab dan partisipasi di arena. Dikatakannya, "Gerakan masyarakat Qom pada tahun 1978 merupakan pukulan telak terhadap rezim tiran atau kekuatan arogan. Gerakan 19 Dey yang dipimpin oleh Imam Khomeini ra menjadi landasan untuk meraih kemenangan Revolusi Islam pada tahun 1979."

Lebih lanjut Rahbar juga menyinggung karunia Allah Swt dalam semua keberhasilan bangsa Iran. Dikatakannya, "Bangsa Iran merasakan kekuatan Ilahi di berbagai medan." Rahbar juga menyebut kegagalan kelompok fitnah pasca pemilu presiden kesepuluh sebagai bukti kemurahan dan kekuatan Ilahi. Rahbar menandaskan, "Dengan pertolongan Allah Swt, masyarakat bangkit dan terjun ke arena yang kemudian mampu menangkal konspirasi dan fitnah besar."

Rahbar menjelaskan, "Hingga kini, berbagai aspek gerakan fitnah tahun lalu belum teridentifikasi secara utuh. Hal itu membutuhkan penjelasan dan ulasan yang luas karena para konspirator merancang skenario dengan cermat." Mengenai kelompok fitnah yang diistilahkan masyarakat, Rahbar menyebut mereka sebagai korban para konspirator utama. Dikatakannya, "Musuh telah mendorong kelompok fitnah ke tengah arena. Mereka harus memisahkan diri dari jalan musuh. Akan tetapi mereka tidak melakukan itu dan terjebak dalam kesalahan." Rahbar menjelaskan, "Seseorang tidak seharusnya terjebak dalam permainan musuh. Jika lalai, mereka harus cepat meninggalkan permainan musuh."

Masih mengenai fitnah pasca pemilu, Rahbar menjelaskan, "Dalang utama adalah pihak-pihak asing yang merancang dengan detail guna menghapus Republik Islam Iran dan mengubah sistem yang ada. "

Rahbar menegaskan bahwa musuh sangat sensitif dengan rakyat dan hauzah ilmiah Qom karena kearifan, rasa tanggung jawab dan partisipasi mereka. Dikatakannya, "Reaksi para musuh terkait kekuatan yang ditunjukkan rakyat, hauzah ilmiah, ulama dan pemuda Qom dalam kunjungan Rahbar ke kota Qom juga menunjukkan adanya semangat yang tinggi.

Pekan lalu, Penjabat Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Ali Akbar Salehi melakukan lawatannya ke Irak. Kunjungan itu dapat dikatakan sebagai lawatan pertama kali pejabat luar negeri ke Irak setelah pembentukan pemerintah di negara ini. Salehi dalam kunjungan itu juga mengucapkan selamat atas terbentuknya pemerintah baru Irak.

Selain itu, Ali Akbar Salehi juga menyerukan penarikan pasukan Amerika Serikat dari Irak dan menekankan dukungan Tehran bagi independensi dan stabilitas Baghdad. Salehi dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Irak Hoshyar Zebari pada hari Rabu (5/1), mengatakan, "Independensi dan integritas teritorial Irak dapat dicapai tanpa kehadiran pasukan asing." Ditambahkannya, "Iran mendukung penguatan keamanan yang berkelanjutan di Irak dan independensi serta kedaulatan negara ini." Salehi juga menegaskan, "Iran dan Irak, sebagai dua negara tetangga tidak punya pilihan lain kecuali bekerjasama untuk menyelesaikan masalah-masalah mereka."

Pekan lalu, Menteri Energi dan Sumber Alam Turki, Taner Yildiz, berkunjung ke Tehran. Yildiz dalam pertemuannya dengan Penjabat Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Ali Akbar Salehi, menyatakan keinginan Ankara untuk mengembangkan hubungan dengan Tehran. Ali Akbar juga menyatakan kesiapan Iran untuk investasi bersama Turki dengan berbagai negara di dunia. Dikatakannya, Tehran dan Ankara harus memanfaatkan posisi strategis masing-masing.

Bersamaan dengan pertemuan ini, Menteri Permukiman dan Pembangunan Kota Iran dan Turki di Istanbul menandatangani kesepakatan untuk bekerjasama di bidang properti dan pembangunan kota. Turki dan Iran hingga kini mencapai kesepakatan di berbagai bidang seperti energi, transportasi, industri, perbankan, perniagaan, pembangun kota industri di perbatasan dan pertukaran gas, transit dan hukum. Kerjasama luas antara Turki dan Iran ini membuat AS geram.

Pekan lalu, Republik Islam Iran mengundang para wakil negara dari Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) supaya meninjau instalasi nuklir dari dekat. Peninjauan itu dijadwalkan pada tanggal 15 dan 16 Januari. Penjabat Menteri Luar Negeri Iran, Ali Akbar Salehi menyatakan, undangan untuk meninjau instalasi nuklir Iran bertujuan untuk menunjukkan transparansi lebih luas dalam program nuklir Tehran.

Undangan Iran itu muncul menjelang perundingan multifaset dengan Kelompok 5 +1 (Inggris, Cina, Perancis, Rusia, dan AS ditambah Jerman) yang dijadwalkan berlangsung akhir Januari di Istanbul, Turki.

AS menuding Iran mengembangkan program nuklir bertujuan militer dan menggunakan alasan ini untuk menekan Dewan Keamanan PBB merilis sanksi tahap keempat terhadap Iran di sektor keuangan dan militer pada bulan Juni 2010. Para pejabat Iran telah berulang kali membantah tuduhan tersebut dengan alasan bahwa sebagai penandatangan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan anggota Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Tehran berhak mendayagunakan teknologi nuklir untuk tujuan damai.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Nawab Safawi Dijatuhi Hukuman Mati

Tanggal 17 Januari 1956, Nawab Safawi, seorang ulama pejuang Iran, beserta tiga rekan seperjuangannya, dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan militer rezim Shah Pahlevi. Nawab Safawi adalah pemimpin Jamiyyat-e Fedaiyyan-e Islam atau perkumpulan orang-orang yang siap berkorban demi Islam. Dia dilahirkan pada tahun 1927 dan pada usia muda pergi ke Najaf, Irak, untuk menuntut ilmu di hauzah ilmiah. Setelah menyelesaikan pendidikannya, Nawab Safawi kembali ke Iran dan memulai perjuangannya menentang despotisme pemerintahan Shah Iran sampai akhirnya gugur syahid akibat dihukum mati rezim Shah. Tiga orang rekan seperjuangan Nawab Safawi yang juga dihukum mati adalah Tahmashab, Zulqadr, dan Wahidi.

Puncak Everest Ditemukan

Tanggal 17 Januari 1841, puncak tertinggi di dunia ditemukan oleh Sir George Everest, seorang pendaki asal Inggris. Puncak tertinggi yang kemudian diberi nama sesuai dengan nama penemunya, yaitu puncak Everest itu, memiliki ketinggian 8800 meter. Namun, George Everest sendiri tidak berhasil mencapai puncak tertinggi di dunia itu. Pada tanggal 29 Mei 1953, Sir Edmund Hillary dari Selandia Baru dan Tenzing Norgay seorang penduduk asli Nepal, menjadi orang pertama yang berhasil mencapai puncak Everest. Mereka anggota ekspedisi Inggris yang dipimpin oleh Sir John Hunt. Tim ini berangkat dari Kathmandu, Nepal pada tanggal 10 maret 1953, dan melakukan pendakian dari sisi selatan yang dikenal sebagai lereng yang tidak mungkin dapat didaki.

Pada setiap pendakian yang berhasil mencapai lereng yang landai mereka membuat beberapa buah pos-pos perkemahan, masing-masing pos dijaga oleh beberapa orang anggota, sehingga makin mendekati puncak anggotanya semakin berkurang. Pos perkemahan terakhir hanya berupa sebuah tenda kecil yang berada pada ketinggian 8.504 meter, didirikan oleh Hillary dan Tenzing Norgay, yang berhasil mencapai puncak.

Anton Chekhov Lahir

Tanggal 17 Januari 1860, Anton Chekhov, seorang penulis terkenal Rusia, terlahir ke dunia. Chekhov dilahirkan dalam keluarga miskin, namun ia berhasil menyelesaikan pendidikannya di fakultas kedokteran Universitas Moskow. Ia merupakan salah seorang penulis besar dalam genre cerita pendek modern. Dalam karya-karyanya, terlihat kombinasi perilaku netral antara seorang ilmuwan, dokter, dan pemahaman atas psikologi yang dimiliki Chekov. Chekov sering merekam kehidupan kota-kota kecil Rusia dimana kejadian tragis digambarkannya sebagai kejadian kecil yang merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Tokoh-tokoh yang banyak dipakai oleh Chekov dalam karnya adalah orang-orang yang pasif dan putus asa. Di antara karya Chekhov adalah "Three Sisters" dan "The Shooting Party".

Perang Teluk Dimulai

Tanggal 17 Januari 1991, batas waktu yang ditetapkan oleh PBB untuk Irak agar keluar dari Kuwait, telah habis, dan pesawat-pesawat tempur pasukan multinasional mulai menjatuhkan bom-bomnya ke wilayah Irak. Aksi militer yang diberi sandi "Operasi Badai Gurun" itu dipimpin oleh Jenderal AS, Norman Schwarzkopf dan melibatkan angkatan bersenjata dari 32 negara, termasuk Inggris, AS, Mesir, Perancis, Arab Saudi, dan Kuwait. Operasi militer ini ditujukan untuk menyerang Irak dan memaksa tentara rezim Saddam agar mundur dari wilayah Kuwait yang diinvasi Irak beberapa bulan sebelumnya.

Selama enam minggu, kekuatan multinasional menghujani Irak dengan serangan udara yang masif. Tentara Irak yang kekurangan senjata hanya memberikan sedikit perlawanan, di antaranya dengan melemparkan rudal Scud ke Israel dengan harapan Israel akan terprovokasi untuk terlibat dalam perang sehingga memicu datangnya bantuan dari negara-negara Arab terhadap Irak. Namun, atas desakan AS, Israel tidak terjun ke kancah perang tersebut. Pada tanggal 24 Februari, serangan darat dimulai, namun juga hanya mendapat perlawanan yang lemah dari tentara Irak. Perang Teluk berakhir pada tanggal 28 Februari dengan diumumkannya gencatan senjata oleh Persiden AS George Bush.

Salman Sawiji Wafat

Tanggal 12 Shafar tahun 778 hijriah, Khaja Jamaluddin Salman Sawiji, penyair besar Iran meninggal dunia di kota Saweh, tanah kelahirannya. Sejak usia muda, Sawiji sudah menunjukkan mintanya yang sangat besar di bidang keilmuan, terutama yang terkait dengan sastra dan bahasa. Minatnya itu mendorongnya untuk menekuni segala macam ilmu.

Ketekunannya dalam mempelajari ilmu ditambah dengan bakatnya yang cemerlang, membuat Sawiji dengan cepat menjadi ilmuwan terkenal ketika ia masih berusia muda. Sawiji juga menunjukkan kecemerlangannya yang sangat hebat di bidang sastra, sampai-sampai Hafizh Shirazi, penyair genius Iran, memuji-muji Sawiji atas kehebatannya itu. (IRIB)



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Direktur Utama Radio dan Televisi Republik Islam Iran (IRIB), Ezatollah Zarghami dalam suratnya yang dilayangkan kepada Sekjen PBB, Ban Ki-moon mengkritik ketidakadilan media massa dunia dan mendesak aksi signifikan PBB untuk mengakhiri diskriminasi pers. Zarghami menilai sepak terjang sejumlah jaringan televisi parabola terang-terangan melanggar prinsip media massa dunia.

Zarghami dalam suratnya yang disampaikan wakil tetap Iran di PBB, menyinggung pertemuan Masyarakat Informasi Dunia (WSIS) pada tahun 2003 di Jenewa, seraya mengungkapkan, "Deklarasi Jenewa menegaskan urgensi moral, dukungan komprehensif terhadap institusi keluarga, menghormati keragaman budaya dan dimensi moralitas media massa."Namun amat disayangkan, beberapa tahun pasca pertemuan Jenewa, prinsip-prinsip tersebut tidak diperhatikan dalam interaksi internasional, bahkan terjadi berbagai pelanggaran.

Zarghami menyinggung pelanggaran norma-norma media yang dilakukan berbagai jaringan parabola terhadap nilai-nilai moralitas, budaya dan spiritualitas di lingkungan budaya Republik Islam Iran. Contoh riil dari aksi ini adalah penyebaran aksi kekerasan, wawancara dengan kelompok teroris dan program amoral yang dilakukan sekitar 90 stasiun parabola.

Penyelenggaraan pertemuan masyarakat Informasi pada tahun 2003 di Jenewa dan pertemuan sejenis dua tahun setelahnya di Tunisia merupakan upaya berbagai kalangan dan organisasi internasional di tingkat dunia. Tantangan yang dihadapi sistem media massa global menuntut negara-negara dunia dan organisasi internasional memikirkan upaya baru mengendalikan media massa dunia.

Pertemuan Jenewa merupakan sebuah periode dua tahunan yang memberikan kesempatan kepada negara-negara dunia untuk mengkaji dimensi nasional, regional dan internasional berbagai masalah dan tantangan yang menghalangi terwujudnya pembangunan informasi dan media massa. Kejadian ini disebut-sebut sebagai gerakan internasional terpenting di awal milinieum ketiga. Karena para pejabat tinggi 176 negara dunia berkesimpulan bahwa program pembangunan milinieum akan dicapai dengan cepat, jika masyarakat dunia meraih informasi dan pengembangan teknologi informasi.

Pertemuan Masyarakat Informasi Dunia pada Desember 2003 lalu, merilis deklarasi dan program praktis, antara lain:
1. Kemudahan mengakses sumber informasi dan komunikasi bagi semua orang di semua tempat dengan kondisi yang sama.
2. Memanfaatkan teknologi informasi dan telekomunikasi untuk mengentaskan kemiskinan dan mencapai tujuan pembangunan milinieum.
3. Diperlukan payung undang-undang dan dukungan politik bagi masyarakat informasi.
4. Mendukung pertumbuhan dan pengembangan keragaman budaya dan bahasa dalam masyarakat informasi.
5. Mengokohkan kebebasan berbicara dan menjalin komunikasi.

Berbagai propaganda penerapan deklarasi ini gencar digelontorkan, namun dalam praktiknya sejumlah negara yang tidak menghadiri pertemuan ini melanggar ketentuan dan menginjak-injak hak asasi manusia terkait akses terhadap informasi dan monopoli informasi.

Mengingat kelanjutan AS mengenai penguatan dan pengembangan kebebasan bependapat, terutama di media-media, dalam beberapa bulan terakhir Kongres AS meratifikasi draft membatasi seluruh jaringan parabola yang menyebarkan pesan anti-Amerika. Draf ini secara langsung menyinggung sejumlah media massa Timur Tengah, yang diklaim Kongres AS sebagai media yang menyebarkan kekerasan terhadap AS. Tidak hanya itu, Kongres AS juga menyebut media tersebut sebagai pendukung terorisme.

Ironisnya, pada saat yang sama, televisi dan radio Voice of America (VOA) mendukung para pelaku kriminal yang memimpin berbagai aksi teroris di dalam negeri Iran. Tidak hanya itu, media massa AS juga mendukung Abdolmalek Rigi, pemimpin kelompok teroris Jundullah yang melakukan berbagai aksi teror di wilayah tenggara Iran. VOA menyebut Abdolmalek Rigi sebagai pemimpin gerakan resistensi rakyat Iran. Media massa AS juga berulangkali mewawancarai Rigi dan mengemukakan pandangannya. Rigi dalam wawancara dengan televisi al-Arabiya, Pada 19 Oktober 2008, terang-terangan mengatakan,"Kami bertekad memperluas operasi hingga menjangkau seluruh Iran."

Masalah lain yang menjadi sorotan protes Dirut IRIB adalah sikap diskriminatif media massa global terhadap Iran. Zarghami dalam suratnya yang dilayangkan kepada Sekjen PBB menulis, "Bertentangan dengan ketentuan hukum internasional mengenai akses teknologi infrastruktur informasi dan telekomunikasi yang ditegaskan dalam deklarasi Jenewa, pada tahun lalu siaran televisi Iran seperti Al-Alam dan Sahar diputus secara sepihak oleh Nilesat milik Mesir dan Arabsat milik Arab Saudi."

Sontak, para pengelola 30 media massa dunia mengecam pemutusan siaran sepihak tersebut. Namun keputusan tersebut justru disambut hangat situs resmi Departemen Luar Negeri rezim Zionis Israel dan mantan Duta Besar Israel di Mesir.
Televisi al-Alam yang melaporkan realitas sebenarnya di Palestina memicu kemarahan Tel Aviv. Al-Alam dengan jernih mengungkapkan berbagai dimensi kejahatan rezim Zionis untuk menyadarkan dunia Arab mengenai kejahatan Israel terhadap Palestina.

Pembatasan sepihak terhadap televisi al-Alam berlangsung di saat undang-undang pers menegaskan dukungan terhadap kebebasan media, keragaman informasi dan hak pemirsa untuk mengakses informasi yang beraneka ragam. Sebaliknya menghilangkan hak tersebut merupakan bentuk pelanggaran terhadap hak individu. Namun larangan siaran bagi televisi al-Alam justru tidak menurunkan jumlah pemirsa televisi ini. Sebaliknya, berdasarkan polling terbaru mengenai media pemberitaan di Timur Tengah, kedudukan televisi Al-Alam meningkat di tengah pemirsa dunia Arab dan menjadi salah satu chanel televisi terfavorit di Timur Tengah.

Masalah lain yang dikemukakan Zarghami adalah ancaman jaringan parabola terhadap keutuhan prinsip-prinsip keluarga.Terkait hal ini, para pakar komunikasi berkeyakinan bahwa retaknya keluarga, pengkhianatan terhadap keluarga sebagai hal biasa, pudarnya identitas keluarga yang merupakan prinsip paling utama masyarakat, serta meningkatnya kekerasan di kalangan remaja termasuk propaganda jaringan parabola global.

Demikian juga kekerasan dan penyebaran kerusakan moral yang disuarakan media massa dan puluhan ribu situs internet yang hanya bertujuan mengejar profit menjadi ancaman serius bagi masyarakat dan generasi mendatang di seluruh dunia.

Berdasarkan penelitian UNESCO, film televisi dan sinema serta game mempengaruhi otak anak-anak yang berakibat terjadinya perubahan perilaku mereka. Akses terhadap gambar-gambar film amoral di internet menjadi masalah serius dan ancaman yang menyebabkan runtuhnya prinsip-prinsip keluarga.

Zarghami diakhir suratnya mendesak diakhirnya diskriminasi terhadap akses teknologi informasi dan telekomunikasi, perbaikan atmosfir komunikasi global dan mencegah pelanggaran tehadap nilai-nilai moral. Namun tampaknya pemerintah Barat dan kalangan industriawan media tidak bisa dengan mudah melepaskan monopoli media. (IRIB/PH)



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Menteri Intelijen Republik Islam Iran, Haidar Moslehi, mengucapkan selamat atas keberhasilan dinas intelijen Iran membongkar serta menangkap pelaku teror Massoud Ali Mohammadi, ilmuwan fisika nuklir.
"Ini adalah keberhasilan besar di mana Iran mampu mengalahkan sistem intelijen sangat kuat yang didukung oleh negara Barat dan Amerika Serikat (AS)," tambah Moslehi seperti dilaporkan IRNA, Selasa (11/1)

Ucapan selamat itu diucapkan bersamaan dengan peringatan tahun pertama aksi teror terhadap Dr Masoud Ali Mohammadi. Moslehi dalam konferensi pers menyebut hancurnya jaringan Badan Intelijen Zionis Israel (Mossad). Dikatakannya, jaringan intelijen Mossad berhasil disusupi tanpa sadar. Ia menambahkan, "Agar musuh Iran mengetahui kemampuan kami terhadap jaringan mata-mata dan teroris, maka di sini saya tandaskan bahwa Dinas Rahasia Israel merekrut agen-agennya dengan menggunakan sistem sel dan tanpa sadar tersusupi."

Pengakuan Pelaku Teror

Majid Jamali Fashi, seorang anggota jaringan teroris Mossad dalam sebuah acara televisi menjelaskan proses dan mekanisme latihan terorisme di sebuah pangkalan dekat Tel Aviv. Dikatakannya, "Pada perjalanan ke Tel Aviv, saya berkenalan dengan beberapa pejabat senior Israel di sebuah pangkalan di jalan raya antara Yerusalem dan Tel Aviv. Di sana, saya belajar hal-hal yang berbeda seperti menguntit dan penanaman bom di bawah kendaraan." Ia juga mengaku mendapat pelatihan khusus melaksanakan aksi peledakan bom mobil dari sebuah motor.

Dalam pengakuannya, Fashi juga menjelaskan proses pengenalannya dengan jaringan teroris Mossad. Ia mengatakan, "Sekitar tiga tahun lalu, saya bepergian ke Istanbul. Dari situlah, saya mulai mengenal salah satu anggota Mossad dan kemudian menjalin hubungan dengannya." Pelaku aksi teror ilmuwan fisika Iran itu juga melihat berbagai tempat dan sistem keamanan di Tel Aviv dari dekat.

Lebih lanjut Fashi mengakui bahwa dirinya dilengkapi berbagai fasilitas untuk aksi spionase seperti kamera digital, telepon genggam, laptop dengan dua windows yang nampak dan tersembunyi.

Mengenai rincian operasi teror terhadap Masoud Ali Mohammadi. Fashi mengatakan, "Setelah melalui pelatihan ketat di pangkalan tersebut, saya mulai mahir. Kemudian saya diberi peta detail rumah Ali Mohammadi dengan harapan dapat mengenal lebih dekat lingkungan dan kondisi rumahnya."

Terkait jaringan pelik yang dirancang oleh Mossad, Menteri Intelijen Republik Islam Iran, Moslehi, menjelaskan, "Mengingat dukungan penuh Badan Intelijen AS (CIA) dan sejumlah negara Barat, identifikasi dan penangkapan pelaku aksi teror terhadap Mohammadi membuktikan keunggulan intelijen Republik Islam Iran atas mereka." Hal inilah yang mengundang perhatian luas media-media pers di kawasan dan dunia.

Kekompakan AS, Israel dan Inggris

Aksi teror terhadap Masoud Ali Mohammadi dan aksi teror setahun kemudian atas Dr Majid Shahriari dan Dr Fereydoun Abbasi Davani yang juga pakar fisika Republik Islam Iran tidak terlepas dari peran Mossad yang bekerjasama dengan CIA dan Badan Intelijen Inggris (MI6). Keterlibatan badan-badan intelijen itu juga diakui oleh media-media Barat.

Setelah aksi teror terhadap para pakar fisika asal Iran, media-media Barat melaporkan, Mossad dan CIA ada di balik aksi itu. Televisi France 24 menyebut tim ahli dan profesional sebagai dalang di balik aksi teror terhadap Dr Ali Mohammadi. Disebutkannya pula, Zionis Israel juga terlibat dalam aksi teror atas pakar fisika asal Iran itu.

Direktur French Institute of Strategic Analysis, Francois Gere, dalam wawancaranya dengan Televisi France 24 mengatakan, "Aksi teror atas Mohammadi bukanlah pekerjaan orang-orang biasa. Ini adalah aksi serius yang melibatkan orang-orang yang profesional." Ia juga mengakui bahwa Zionis Israel serta sejumlah negara dan lembaga secara teknis terlibat dalam aksi teror ini.

Koran The Independent, terbitan Inggris dalam artikelnya yang ditulis Yossi Malman, pakar masalah strategis, menyatakan bahwa Badan Intelijen Zionis Israel, AS dan Inggris terlibat dalam aksi teror terhadap dua pakar fisika Iran, Dr Majid Shahriari dan Dr Fereydoun Abbasi Davani.

Masih mengenai keterlibatan pihak-pihak asing dalam aksi teror terhadap para pakar fisika Iran, Bruce Riedel juga berkomentar terkait peran Zionis Israel dalam berbagai teror. Riedel adalah mantan anggota CIA yang pernah bekerja untuk agen ini selama 30 tahun di Pakistan dan Afghanistan. Selain menjadi agen, Riedel juga berperan sebagai pengamat CIA untuk urusan-urusan strategis. Dalam artikel yang dimuat di The Independent, Riedel mengungkap sejarah aksi teror Mossad di pelbagai negara sambil menyebutkan keterlibatan sejumlah teror Mossad di sejumlah negara.
Artikel Riedel menyebutkan, "Israel mempunyai sejarah panjang dalam meneror musuh-musuhnya. Sebagai contoh, Mossad meneror banyak tokoh Palestina yang di antaranya adalah Ali Hassan Salamah. Dalam sejumlah operasi, tentara Israel terlibat langsung, dan dalam sejumlah aksi teror lainnya, rezim ini memasang bom mobil. Pada tahun 1998, Mossad meneror seorang tokoh Hamas di Yordania."

Tak dapat dipungkiri, Zionis Israel mempunyai pengalaman dan sejarah panjang dalam aksi teror. Aksi-aksi ganas semacam itu masih berlaku hingga kini. Belum lama ini, Mossad juga meneror tokoh Hamas, Mahmoud Al-Mabhouh di Dubai pada Juni tahun lalu.

Menyusul aksi teror terhadap dua pakar fisika asal Iran yang terjadi belum lama ini, Koran Haaretz dan situs Departemen Luar Negeri Zionis Israel menyebutnya sebagai keberhasilan Ketua Mossad, Meir Dagan. Dengan demikian, Tel Aviv secara terang-terangan mengakui keterlibatannya dalam aksi teror terhadap para pakar fisika asal Iran.

Kemenangan Intelijen Iran

Hal yang menarik, Badan Intelijen Republik Islam Iran bukan hanya berhasil menangkap para pelaku di balik teror terhadap Masoud Mohammadi, namun juga dapat menghancurkan jaringan pelik yang dibangun Mossad. Disebutkan bahwa jaringan itu menggunakan sistem sel, bahkan unsur-unsur yang dilibatkan tidak mempunyai hubungan dengan lainnya atau sistem terputus yang berfungsi menghilangkan jejak. Dengan mengetahui satu sel atau unsur saja tidak dapat dijadikan sebagai benang merah untuk melacak sel atau unsur-unsur lainnya. Inilah kehebatan jaringan yang dibuat Mossad saat ini untuk mengobrak-abrik Republik Islam Iran. Meski demikian, Departemen Intelijen Iran tidak kehilangan akal untuk menjebol jaringan itu.

Personel intelijen Iran yang dikenal dengan nama Sarboze Gumnam-e Imam Zaman af berhasil menembus jaringan Mossad. Tanpa adanya akses kuat ke dalam tubuh Mossad, jaringan sel dengan sistem terputus itu tidak akan mungkin dijebol. Semua ini menunjukkan bahwa intelijen Iran mampu unggul di depan badan-badan intelijen Barat, khususnya Mossad, CIA dan MI6.

Satu tahun telah berlalu dari aksi teror Mohammadi, intel Iran mampu menjebol jaringan rumit Zionis Israel di Iran. Opsi kekerasan dengan meneror para tokoh menunjukkan bahwa para musuh dihadapkan pada jalan buntu untuk menghadapi Republik Islam Iran. Selama ini, tekanan politik, intimidasi serangan militer dan sanksi ekonomi tidak mampu mengendorkan tekanan atas bangsa Iran untuk mempertahankan independensi di hadapan kekuatan arogansi dunia. Pada akhirnya, Barat membangun jaringan yang berfungsi melancarkan kekerasan di Iran. Akan tetapi upaya itu kembali gagal setelah terbongkarnya jaringan ini. Menurut para pengamat politik, hancur leburnya jaringan Zionis Israel di Iran dapat disebut sebagai kekalahan telak ketiga Israel setelah perang 33 hari di Lebanon dan perang 22 hari di Gaza.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Presiden Republik Islam Iran Mahmoud Ahmadinejad menilai kegiatan ilmiah dan riset sebagai penentu utama perang bersejarah. Dikatakannya, "Kita perlu menghargai kebangkitan rasa percaya diri dan penemuan jati diri yang terbentuk pasca Revolusi Islam di Iran. Kita juga harus memanfaatkan metode dan pemikiran lokal dalam mengembangkan sains dan teknologi di dunia."

Ahmadinejad, Kamis (13/1) dalam pertemuannya dengan para pejabat Lembaga Teknologi Strategis di Tehran, menyebut pencapaian dan kegiatan ilmiah di Iran sebagai hal yang membanggakan dan berharga. Seraya mengapresiasi seluruh kerja keras para ilmuan, Ahmadinejad menuturkan, "Sepanjang sejarah, bangsa Iran adalah pembawa panji ilmu pengetahuan, sayangnya kemunduran dan ketertinggalan dari kafilah ilmu telah dipaksakan kepada bangsa ini pada periode tertentu, namun dengan berkobarnya Revolusi Islam, mayoritas hambatan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dapat diatasi."

Seraya menyinggung semangat kolektif berketuhanan, semangat kesempurnaan dan cinta terhadap ilmu pengetahuan, Ahmadinejad mengatakan, esensi ilmu dan kegiatan ilmiah di tengah bangsa Iran, merupakan sebuah masalah yang sakral dan ini muncul dari fitrah Ketuhanan.

"Puncak keilmuan seseorang tergantung pada tingkat pengabdiannya kepada masyarakat. Ilmu yang sempurna harus ditempatkan untuk mengabdi kepada keselamatan, kesejahteraan, kemajuan dan kemanusiaan manusia," tambahnya.

Pada bagian lain pidatonya, Ahmadinejad menandaskan, pemerintah berkewajiban untuk memberi dukungan penuh bagi seluruh kegiatan ilmiah dan teknologi. Ditambahkannya, pemerintah menyikapi dukungan penuh terhadap kegiatan ilmiah sebagai sebuah prinsip dan strategi yang tidak bisa diubah. (IRIB/RM)



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Menyusul jatuhnya pemeritahan kabinet Saad Hariri dan meruncingnya krisis, pemerintahan Lebanon kemungkinan akan jatuh ke tangan kubu pro Hizbullah. Marwan Faris, salah seorang anggota parlemen Lebanon kepada televisi al-Manar mengatakan, krisis pemerintahan di Lebanon muncul setelah 11 Menteri dari kubu 8 Maret mundur dari kabinet sebagai bentuk protes atas campur tangan Amerika Serikat.

Faris menambahkan, kebijakan AS adalah kebijakan unilateral. Tahun 2006, muqawama Lebanon berhasil mengalahkan Israel dan AS, dan kini AS sedang menanti kekalahan yang lebih besar di Lebanon.

Anggota parlemen Lebanon ini mengatakan, dengan pengunduran diri massal sebelas menterinya, kelompok 8 Maret telah menunjukkan kekompakan dan persatuannya dalam mendukung muqawama dan kedaulatan Lebanon. (IRIB/AHF)



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Salah seorang ulama Syiah Arab Saudi mendesak pemerintah Riyadh menghentikan aksi penutupan masjid dan Huseiniyah di dua Provinsi yang dihuni warga Syiah, al-Ahsa dan al-Khobar.

Sebagaimana dilaporkan situs Haramain, Sheikh Taufik al-Ammar dalam khutbah shalat Jumat di Masjid Aimah Baqi kota al-Ahsa menilai keputusan para pejabat tinggi Saudi menutup masjid Syiah dan Huseiniyah sebagai tindakan yang tidak bisa dibenarkan.

Ulama Syiah terkemuka Arab Saudi mengungkapkan, pembatasan yang dilakukan penguasa Saudi terhadap warga Syiah tidak ada dalam syariah Rasulullah Saw.

Berbagai Organisasi hak asasi manusia dan masyarakat internasional berulangkali mengkritik kebijakan pemerintah Arab Saudi yang tidak mengindahkan hak-hak sipil warganya.

Berdasarkan sensus terbaru Arab Saudi, warga Syiah di negara ini berkisar antara10-15 persen dari populasi 22 juta orang. Kebanyak warga Syiah bermukim di sekitar Teluk Persia, wilayah timur Arab Saudi yang berdekatan dengan Qatar hingga Kuwait. (IRIB/PH/MF)



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Sejumlah tank milik militer Rezim Zionis Israel menyerang kawasan timur kamp pengungsi al-Buraij di Gaza. Seperti dilansir QudsNet, beberapa tank dan panser Israel Senin (17/1) dalam serangannya ke kamp pengungsi al-Buraij menembaki rumah warga dan sarana infrastruktur di kawasan ini. Namun sampai saat ini belum ada berita tentang kemungkinan jatuhnya korban.

Masih menurut laporan yang sama, pesawat tempur Zionis melakukan aksi terbang rendah di kawasan ini. Dalam beberapa pekan terakhir, agresi dan serangan rezim Zionis ke Gaza telah menjatuhkan korban sedikitnya 13 orang syahid. (IRIB/AHF)



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Menteri Urusan Sosial Israel, Isaac Herzog mengumumkan pengunduran dirinya dari kabinet dan merupakan menteri partai Buruh Zionis pertama yang mundur setelah Ketua Partai Buruh, Ehud Barak menyatakan akan meninggalkan kubu itu untuk membentuk fraksi baru.

Kepada para wartawan hari ini (17/1), Herzog menegaskan bahwa ini adalah keputusan pribadi namun ia juga menekankan bahwa pihaknya telah membicarakan masalah ini dengan dua menteri lain yaitu Benjamin Ben Eliezer dan Avishai Braverman."

"Saya yakin mereka akan melakukan hal yang sama. Mereka memahami dengan baik realitas dan ingin bersama dengan saya dan beberapa rekan untuk mempertahankan Partai Buruh," tambah Herzog.

Ehud Barak dan empat pejabat tinggi dari partai Buruh, termasuk Menteri Pertanian Shalom Simchon dan Deputi Menteri Pertahanan Matan Vilnaiand, telah mengajukan pengunduran diri dari partai untuk mendirikan partai baru yang diberi nama "Independen." (IRIB/MZ/MF)



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Situs Debkafile yang berafiliasi terhadap rezim Zionis Israel Kamis kemarin (13/1) memberitakan kapal-kapal perang Amerika dan Perancis tengah menuju perairan Lebanon. Seperti yang diberitakan oleh Fars News Kamis.

Menurut situs Debkafile, dua kapal perang Amerika dan Perancis yang berada di Laut Mediterania mulai bergerak menuju perairan Lebanon.

Situs Israel ini mengklaim bahwa pergerakan terbaru kapal perang AS dan Perancis ini bertujuan mencegah konflik bersenjata antara Hizbullah dan Zionis Israel menyusul bubarnya pemerintah persatuan Lebanon Rabu lalu.

Sesuai dengan pengumuman yang dikeluarkan sumber-sumber militer AS di Washington, Amerika telah mengeluarkan perintah kepada kapal USS Enterprise untuk segera bergerak menuju perairan Lebanon. Dengan caranya, situs Debkafile berusaha memprovokasi situasi krisis Lebanon dengan menyebutkan bahwa tujuan Amerika untuk mencegah konflik bersenjata antara Israel dan Iran di Lebanon.

"Di hari-hari terakhir banyak analisa ‘panas' dan hubungan telepon antara Presiden Barack Obama, Raja Abdullah, Presiden Nicolas Sarkozy dan mantan Perdana Menteri Saad Hariri membicarakan situasi terakhir Lebanon guna menyatukan pandangan Barat terkait masalah Pengadilan Internasional untuk Lebanon (STL).

Krisis politik Lebanon semakin menjadi-jadi setelah Saad Hariri tidak mempedulikan usaha negara-negara Arab untuk menciptakan stabilitas dan ketenangan Lebanon dan lebih memilih mengikuti skenario Amerika dan Perancis untuk menciptakan instabilitas di negaranya dan dukungan tanpa syarat mereka atas Pengadilan Internasional untuk Lebanon (STL) .

Akibatnya, 11 menteri yang dipimpin oleh Hizbullah dan aliansinya mengundurkan diri yang menyebabkan bubarnya pemerintahan persatuan Lebanon yang dipimpin oleh Saad Hariri Rabu lalu. (IRIB/SL)



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Mempelajari sejarah hidup manusia-manusia yang mencontohkan kesucian dan kebenaran sejati, meski sekilas dan singkat, akan membawa kita ke dunia kemuliaan dan keutamaan. Hari ini kita berada di hari peringatan syahadah Imam Sajjad as. Setelah syahadah ayahanda beliau dalam tragedi Karbala, Imam Sajjad, Ali Zainalabidin as, memegang peran penting dan menentukan. Pada saat peristiwa Karbala, Imam Sajjad as berusia sekitar 24 tahun. Setelah peristiwa besar tersebut, beliau hidup selama 34 tahun.

Selama masa itu, beliau memangku jabatan Imamah dan berjuang membasmi berbagai kezaliman dan kejahilan dengan berbagai cara. Di sepanjang perjuangan beliau, hal yang paling mencolok dari semuanya ialah usaha beliau mempertahankan nilai-nilai perjuangan Karbala dan menyebarluaskannya sebagai hasil sebuah kebangkitan besar dan abadi. Imam Sajjad as, pada tahun 95 HQ, gugur syahid setelah diracun, dengan racun yang disusupkan oleh kaki tangan dan suruhan Walid bin Abdulmalik, penguasa Bani Umayyah.

Hamid bin Muslim, salah seorang penulis kisah tragedi Karbala, menulis, "Di hari Asyura, setelah syahadah Imam Husein as, bala tentara Yazid pergi menemui Ali bin Husein as. Beliau tengah berbaring karena sakit. Oleh karena mereka mendapat perintah untuk membunuh semua lelaki keluarga Imam Husein as, maka mereka pun berniat membunuh beliau. Akan tetapi, ketika mereka melihatnya tengah terbaring dalam keadaan sakit, mereka membiarkan beliau."
Jelas sekali bahwa sakitnya Imam Sajjad as di hari Asyura mengandung hikmah dan maslahat Ilahi, sehingga beliau selamat dari pembantaian, untuk melanjutkan jalan perjuangan ayah beliau, Imam Husein as.

Melihat munculnya suasana serba sulit bagi kaum Syiah setelah tragedi Karbala dan syahadah Imam Husein as, maka pelaksanaan tugas Imamah pun menghadapi kesulitan besar. Setelah peristiwa Asyura, Imam Sajjad as, beserta rombongan keluarga yang masih tersisa, dan di samping bibi beliau, Sayidah Zainab as, bergerak dari Karbala, di Irak, menuju ke Damaskus di Syam, yang merupakan pusat pemerintahan Yazid. Dari hari-hari pertama setelah tragedi Karbala, Imam Sajjad as berusaha menyampaikan pesan kebangkitan ayah beliau ke seluruh umat manusia. Meski kesedihan syahadah ayah dan para pengikut setia, telah melukai hati Imam Sajjad, akan tetapi, dengan ilmu yang luas dan tekad yang kuat, dalam berbagai kesempatan, beliau selalu menyebarkan keutamaan Ahlul Bait as. Dengan demikian tahap lain dari kebangkitan Karbala, telah terbentuk di bawah kepemimpinan Imam Sajjad as, dengan tujuan mengokohkan dasar-dasar pemikiran kebangkitan Imam Husein as.

Dalam sejarah disebutkan, pada saat rombongan keluarga Imam Sajjad as tiba di Kufah, beliau menjelaskan dengan sangat indah, kebenaran kebangkitan Imam Husein as untuk rakyat Kufah. Dalam pidatonya, beliau menyebut Ahlul Bait sebagai simbol keadilan, ketakwaan dan kemenangan. Pidato beliau berhasil menggugah semangat-semangat yang tengah terlena. Kata-kata beliau, "Dengan wajah yang bagaimanakah kalian akan menghadap Rasul Allah saaw di hari kiamat, ketika beliau berkata, "Kalian telah membunuh putraku dan mencabik-cabik kemuliaanku."

Di negeri Syam pun, Imam juga menyampaikan pidato yang sangat menarik dan tegas, sehingga mematahkan propaganda Bani Umayyah untuk mendiskreditkan keluarga Rasul saaw. Dengan menyebutkan berbagai keutamaan Ahlul Bait dan hakekat jalan perjuangan ayah beliau, kata-kata Imam Sajjad as merasuk ke dalam sanubari semua yang hadir. Pengaruh pidato Imam Sajjad as sedemikian kuat, membuat Yazid ketakutan dan berpikir keras untuk menemukan cara guna menghentikan pidato beliau. Akhirnya Yazid memerintahkan orangnya untuk mengucapkan adzan. Karena menghormati adzan, Imam Sajjad as menghentikan pidatonya. Akan tetapi ketika muadzin sampai kalimat "asyhadu anna Muhammadar Rasulullah", Imam Sajjad menoleh ke arah Yazid dan bertanya, Hei yazid, Muhammad ini kakekku atau kakekmu. Jika engkau katakan bahwa ia adalah kakekmu, maka engkau telah membuat kebohongan besar. Jika engkau katakan bahwa ia adalah kakekku, mengapa engkau membunuhi anak keturunannya?

Dengan penjelasan-penjelasan Imam Sajjad as dan terungkapnya wajah-wajah sebenarnya para penguasa Bani Umayyah, maka tidak ada pilihan lain bagi Yazid kecuali menjauhkan keluarga Imam Sajjad as secepatnya dari pusat pemerintahannya. Untuk itulah ia mengembalikan mereka ke Madinah. Tentu saja perlu diketahui bahwa sejarah mencatat, Yazid dan para pejabat pemerintahannya memperlakukan keturunan Rasul saaw, yang tersisa dari pembantaian Karbala, sebagai tawanan perang. Padahal peristiwa Karbala sama sekali tidak tepat dikatakan sebagai peperangan. Ia lebih dikatakan sebagai pembantaian, karena jumlah kedua belah pihak yang sangat tidak seimbang; demikian pula peralatan perang, dan kondisi kedua pihak. Rombongan Imam Husein as berjumlah 72 orang lelaki yang semuanya gugur syahid. Sedangkan tentara Yazid berjumlah lebih dari 30.000 orang. Imam Husein as dan rombongannya memiliki peralatan perang yang terbatas, sebaliknya tentara Yazid. Rombongan Imam Husein as sudah kelaparan dan kehausan selama beberapa hari di padang pasir yang kering kerontang, sementara pasukan Yazid menguasai dan memonopoli air sungai Furat, dan memiliki perbekalan makanan yang melimpah.

Di masa itu, masyarakat Islam tengah dilanda krisis idiologi dan akidah. Setelah peristiwa Karbala, penguasa Bani Umayyah, lebih terbuka dan lebih berani daripada sebelumnya, dalam melakukan berbagai kezaliman dan penyebaran fasad. Pemerintahan Bani Umayyah berusaha menyibukkan rakyat dengan hal-hal yang bersifat sampingan. Akan tetapi Imam Sajjad as juga telah memulai gerakan tersusunnya untuk menjelaskan dasar-dasar idiolgi Islam dan berusaha mengembalikan umat muslimin kepada ajaran-ajaran agama yang murni. Imam Sajjad as, berusaha keras menyebarkan hukum-hukum Islam dan ajaran-ajaran pendidikan dan akhlak. Dalam hal ini beliau telah mengambil langkah-langkah penting, membuat banyak kalangan cendekiawan dan ulama memuji dan mengagumi beliau.

Syekh Mufid ra, salah seorang tokoh besar ulama Islam, menulis, "Fuqaha Ahlussunah sedemikian luas menukil berbagai ilmu dan pengetahuan Islam dari Imam Sajjad as, sehingga tak terhitung lagi. Nasehat-nasehat, doa, keutamaan Al-Quran, halal dan haram dalam hukum Islam, telah dinukil dari beliau, sehingga sangat dikenal di kalangan ulama." Demikian Syekh Mufid. Contoh dari ajaran akhlak Imam Sajjad as yang hingga kini masih bisa diperoleh, ialah sebuah kumpulan pandangan-pandangan beliau yang dibukukan dengan "Risaalatul Huquuq". Dalam kitab ini, Imam Sajjad as menjelaskan hak-hak dan kewajiban berbagai macam manusia, baik antara manusia dengan Tuhannya, maupun diantara sesama manusia.

Satu lagi karya Imam Sajjad yang terabadikan, dalam rangka usaha beliau menjelaskan dasar-dasar agama, ialah ajaran-ajaran yang beliau sampaikan dalam bentuk doa dan munajat, yang sangat indah. Gaya penyampaian seperti ini memiliki daya tarik luar biasa, sehingga menyedot perhatian ulama dan cendekiawan Islam. Doa-doa Imam Sajjad as yang disusun dengan kata-kata yang sangat indah, penuh dengan makna dan ajaran Islam, baik akidah, filsafat, ahkam, bahkan politk dan pemerintahan. Doa-doa beliau ini dikumpulkan dalam sebuah kitab berjudul Shahifah Sajjaadiyyah.

Salah satu kandungan penting dalam doa beliau ialah semangat menentang kezaliman, dan upaya menegakkan keadilan, penyebaran nilai-nilai akhlak dan kemanusiaan. Dalam salah satu doanya, Imam Sajjad as mengatakan, "Ya Allah berilah kami kekuatan untuk mampu menjaga sunnah Nabi-Mu, dan berjuang melawan bid'ah-bid'ah, serta melaksanakan kewajiban amar ma'ruh nahi munkar."

Disebutkan dalam sejarah bahwa dalam berbagai kesempatan, Imam Sajjad as selalu menghidupkan kenangan tentang tragedi Karbala. Setiap kali seseorang menyodorkan makanan kepada beliau, atau setiap kali beliau melihat air minum, beliau pasti menunjukkan kesedihan, mengingat ayah beliau, keluarga dan para pengikut setia, bahkan bayi dan kaum perempuan, yang kelaparan dan kehausan di padang Karbala. Beliau mengatakan, "Setiap kali mengingat putra-putra Fatimah yang terbunuh, tiba-tiba leherku tercekik oleh rasa pedih, dan tanpa dapat ditahan lagi, air mataku meleleh."

Di tengah masyarakat, Imam Sajjad as dikenal sebagai dermawan, pengasih dan sangat merakyat. Sedemikian menyatunya Imam Sajjad as dengan kesedihan-kesedihan yang terjadi di tengah masyarakat, dan sedemkian cintanya beliau untuk berkhidmat kepada rakyat, membuat beliau tiap malam memikul karung-karung makanan dan membagikannya kepada warga miskin. Beliau melakukan hal itu secara diam-diam, di tengah kegelapan malam, dan dengan pakaian samaran. Setelah beliau meninggal barulah perbuatan mulia beliau ini diketahui. Hal ini menunjukkan bahwa aktifitas dakwah beliau tidak pernah menghalangi beliau dari langkah-langkah kemanusiaan dan penyebaran keutamaan-keutamaan akhlak secara praktis.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Tapi belum jelas, apakah Hizbollah sepakat untuk menunjuk kembali putra mendiang PM itu. Penarikan diri Hizbollah dan sekutunya dari pemerintahan bersatu yang terbentuk pada November 2009 itu terjadi ketika Saad sedang berada di Washington untuk menggelar perundingan dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama.
Libanon jatuh ke dalam ketegangan politik kemarin setelah Hizbollah keluar dari koalisi pemerintah. Akibat keluarnya Hizbollah, pemerintahan Libanon pun bubar.

Aksi Hizbollah itu dipicu penyelidikan Perserikatan Bangsa-Bangsa terkait pembunuhan Perdana Menteri (PM) Rafiq Hariri pada 2005 silam. Tak kurang dari 11 menteri Hizbollah yang duduk di pemerintahan mengundurkan diri akibat penyelidikan sepihak. Setelah pemerintahan dinyatakan bubar, Presiden Libanon Michel Sleiman kemarin meminta kabinet yang dipimpin Saad Hariri, putra Rafiq Hariri, memimpin pemerintahan sementara untuk menyiapkan konsultasi dengan parlemen dalam menunjuk PM baru. Sesuai dengan tradisi negara tersebut, PM harus berasal dari kalangan muslim Sunni. Saad merupakan politisi Sunni yang populer.

Tapi belum jelas, apakah Hizbollah sepakat untuk menunjuk kembali putra mendiang PM itu. Penarikan diri Hizbollah dan sekutunya dari pemerintahan bersatu yang terbentuk pada November 2009 itu terjadi ketika Saad sedang berada di Washington untuk menggelar perundingan dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Setelah mengetahui pengunduran diri para menterinya, Saad kemarin langsung meluncur ke Prancis untuk bertemu Presiden Nicolas Sarkozy. Sarkozy juga membahas situasi di Libanon dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad dan mengirim pesan dukungan kepada Presiden Libanon Michel Suleiman.

Hizbollah menuding persidangan tersebut sebagai skenario AS dan Israel. Berdasarkan laporan media, pengadilan itu membidik anggota senior Hizbollah. Mereka dituduh terlibat pembunuhan Rafiq Hariri pada 2005. Amerika juga menuduh Suriah berada di belakang pembunuhan tersebut.

Negara itu telah menghadapi serangkaian krisis sejak pembunuhan mantan PM Hariri. Mantan Perdana Menteri Rafiq Hariri dan 22 orang lainnya terbunuh pada 14 Februari 2005 setelah sebuah bom yang dipasang di sebuah truk meledak di tengah-tengah iring-iringan di kota Beirut.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Dalam melihat faktor kemunculan pemikiran untuk kembali kepada pendapat Salaf menurut Imam Ahmad bin Hambal dapat diperhatikan dari kekacauan zaman saat itu. Sejarah membuktikan, saat itu, dari satu sisi, kemunculan pemikiran liberalisme yang diboyong oleh pengikut Muktazilah yang meyakini keturutsertaan dan kebebasan akal secara ekstrim dan radikal dalam proses memahami agama. Sedang disisi lain, munculnya pemikiran filsafat yang banyak diadopsi dari budaya luar agama, menyebabkan munculnya rasa putus asa dari beberapa kelompok ulama Islam, termasuk Ahmad bin Hambal. Untuk lari dari pemikiran-pemikiran semacam itu, lantas Ahmad bin Hambal memutuskan untuk kembali kepada metode para Salaf dalam memahami agama, yaitu dengan cara tekstual.

AKHIR-AKHIR INI, di Tanah Air kita muncul banyak sekali kelompok-kelompok pengajian dan studi keislaman yang mengidentitaskan diri mereka sebagai pengikut dan penyebar ajaran para Salaf Saleh. Mereka sering mengatasnamakan diri mereka sebagai kelompok Salafi. Dengan didukung dana yang teramat besar dari negara donor, yang tidak lain adalah negara asal kelompok ini muncul, mereka menyebarkan akidah-akidah yang bertentangan dengan ajaran murni keislaman baik yang berlandaskan al-Quran, hadis, sirah dan konsensus para salaf maupun khalaf. Dengan menggunakan ayat-ayat dan hadis yang diperuntukkan bagi orang-orang kafir, zindiq dan munafiq, mereka ubah tujuan teks-teks tersebut untuk menghantam para kaum muslimin yang tidak sepaham dengan akidah mereka. Mereka beranggapan, bahwa hanya akidah mereka saja yang mengajarkan ajaran murni monoteisme dalam tubuh Islam, sementara ajaran selainnya, masih bercampur syirik, bid’ah, khurafat dan takhayul yang harus dijauhi, karena sesat dan menyesatkan. Untuk itu, dalam makalah ringkas ini akan disinggung selintas tentang apa dan siapa mereka. Sehingga dengan begitu akan tersingkap kedok mereka selama ini, yang mengaku sebagai bagian dari Ahlusunnah dan penghidup ajaran Salaf Saleh. DEFINISI SALAFIJika dilihat dari sisi bahasa, Salaf berarti yang telah lalu.[2] Sedang dari sisi istilah, salaf diterapkan untuk para sahabat Nabi, tabi'in dan tabi' tabi'in yang hidup di abad-abad permulaan kemunculan Islam.[3] Jadi, salafi adalah kelompok yang ‘mengaku’ sebagai pengikut pemuka agama yang hidup dimasa lalu dari kalangan para sahabat, tabi'in dan tabi' tabi'in. Baik yang berkaitan dengan akidah, syariat dan prilaku keagamaan.[4] Bahkan sebagian menambahkan bahwa Salaf mencakup para Imam Mazhab, sehingga salafi adalah tergolong pengikut mereka dari sisi semua keyakinan keagamaannya.[5] Muhammad Abu Zuhrah menyatakan bahwa Salafi adalah kelompok yang muncul pada abad ke-empat hijriyah, yang mengikuti Imam Ahmad bin Hambal. Kemudian pada abad ketujuh hijriyah dihidupkan kembali oleh Ibnu Taimiyah.[6]Pada hakekatnya, kelompok yang mengaku sebagai salafi yang dapat kita temui di Tanah Air sekarang ini, mereka adalah golongan Wahabi yang telah diekspor oleh pamuka-pemukanya dari dataran Saudi Arabia. Dikarenakan istilah Wahabi begitu berkesan negatif, maka mereka mengatasnamakan diri mereka dengan istilah Salafi, terkhusus sewaktu ajaran tersebut diekspor keluar Saudi. Kesan negatif dari sebutan Wahabi buat kelompok itu bisa ditinjau dari beberapa hal, salah satunya adalah dikarenakan sejarah kemunculannya banyak dipenuhi dengan pertumpahan darah kaum muslimin, terkhusus pasca kemenangan keluarga Saud -yang membonceng seorang rohaniawan menyimpang bernama Muhammad bin Abdul Wahab an-Najdi- atas semua kabilah di jazirah Arab atas dukungan kolonialisme Inggris. Akhirnya keluarga Saud mampu berkuasa dan menamakan negaranya dengan nama keluarga tersebut. Inggris pun akhirnya dapat menghilangkan dahaga negaranya dengan menyedot sebagian kekayaan negara itu, terkhusus minyak bumi. Sedang pemikiran Muhammad bin Abdul Wahab, resmi menjadi akidah negara tadi yang tidak bisa diganggu gugat. Selain menindak tegas penentang akidah tersebut, Muhammad bin Abdul Wahab juga terus melancarkan aksi ekspansinya ke segenap wilayah-wilayah lain diluar wilayah Saudi.[7]Sayyid Hasan bin Ali as-Saqqaf, salah satu ulama Ahlusunnah yang sangat getol mempertahankan serangan dan ekspansi kelompok wahabisme ke negara-negara muslim, dalam salah satu karyanya yang berjudul "as-Salafiyah al-Wahabiyah" menyatakan: "Tidak ada perbedaan antara salafiyah dan wahabiyah. Kedua istilah itu ibarat dua sisi pada sekeping mata uang. Mereka (kaum salafi dan wahabi) satu dari sisi keyakinan dan pemikiran. Sewaktu di Jazirah Arab mereka lebih dikenal dengan al-Wahhabiyah al-Hambaliyah. Namun, sewaktu diekspor keluar (Saudi), mereka mengatasnamakan dirinya sebagai Salafy". Sayyid as-Saqqaf menambahkan: "Maka kelompok salafi adalah kelompok yang mengikuti Ibnu Taimiyah dan mengikuti ulama mazhab Hambali. Mereka semua telah menjadikan Ibnu Taimiyah sebagai imam, tempat rujukan (marja'), dan ketua. Ia (Ibnu Taimiyah) tergolong ulama mazhab Hambali. Sewaktu mazhab ini berada di luar Jazirah Arab, maka tidak disebut dengan Wahabi, karena sebutan itu terkesan celaan". Dalam menyinggung masalah para pemuka kelompok itu, kembali Sayyid as-Saqqaf mengatakan: "Pada hakekatnya, Wahabiyah terlahir dari Salafiyah. Muhammad bin Abdul Wahab adalah seorang yang menyeru untuk mengikuti ajaran Ibnu Taimiyah dan para pendahulunya dari mazhab Hambali, yang mereka kemudian mengaku sebagai kelompok Salafiyah". Dalam menjelaskan secara global tentang ajaran dan keyakinan mereka, as-Saqqaf mengatakan: "Al-Wahabiyah atau as-Salafiyah adalah pengikut mazhab Hambali, walaupun dari beberapa hal pendapat mereka tidak sesuai lagi (dan bahkan bertentangan) dengan pendapat mazhab Hambali sendiri. Mereka sesuai (dengan mazhab Hambali) dari sisi keyakinan tentang at-Tasybih (Menyamakan Allah dengan makhluk-Nya), at-Tajsim (Allah berbentuk mirip manusia), dan an-Nashb yaitu membenci keluarga Rasul saw (Ahlul-Bait) dan tiada menghormati mereka".[8] Jadi, menurut as-Saqqaf, kelompok yang mengaku Salafi adalah kelompok Wahabi yang memiliki sifat Nashibi (pembenci keluarga Nabi saw), mengikuti pelopornya, Ibnu Taimiyah.

PELOPOR PEMIKIRAN “KEMBALI KE METODE AJARAN SALAF

”Ahmad bin Hambal adalah sosok pemuka hadis yang memiliki karya terkenal, yaitu kitab “Musnad”. Selain sebagai pendiri mazhab Hambali, ia juga sebagai pribadi yang menggalakkan ajaran kembali kepada pemikiran Salaf Saleh. Secara umum, metode yang dipakai oleh Ahmad bin Hambal dalam pemikiran akidah dan hukum fikih, adalah menggunakan metode tekstual. Oleh karenanya, ia sangat keras sekali dalam menentang keikutsertaan dan penggunaan akal dalam memahami ajaran agama. Ia beranggapan, kemunculan pemikiran logika, filsafat, ilmu kalam (teologi) dan ajaran-ajaran lain –yang dianggap ajaran diluar Islam yang kemudian diadobsi oleh sebagian muslim- akan membahayakan nasib teks-teks agama. Dari situ akhirnya ia menyerukan untuk berpegang teguh terhadap teks, dan mengingkari secara total penggunaan akal dalam memahami agama, termasuk proses takwil rasional terhadap teks. Ia beranggapan, bahwa metode itulah yang dipakai Salaf Saleh dalam memahami agama, dan metode tersebut tidak bisa diganggu gugat kebenaran dan legalitasnya. Syahrastani yang bermazhab ‘Asyariyah dalam kitab “al-Milal wa an-Nihal” sewaktu menukil ungkapan Ahmad bin Hambal yang menyatakan: “Kita telah meriwayatkan (hadis) sebagaimana adanya, dan hal (sebagaimana adanya) itu pula yang kita yakini”.[9] Konsekwensi dari ungkapan Ahmad bin Hambal di atas itulah, akhirnya ia beserta banyak pengikutnya –termasuk Ibnu Taimiyah- terjerumus kedalam jurang kejumudan dan kaku dalam memahami teks agama. Salah satu dampak konkrit dari metode di atas tadi adalah, keyakinan akan tajsim (anthropomorphisme) dan tasybih dalam konsep ketuhanan, lebih lagi kelompok Salafi kontemporer, pendukung ajaran Ibnu Taimiyah al-Harrani yang kemudian tampuk kepemimpinannya dilanjutkan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab an-Najdi. Suatu saat, datang seseorang kepada Ahmad bin Hambal. Lantas, ia bertanya tentang beberapa hadis. Hingga akhirnya, pertanyaan sampai pada hadis-hadis semisal: “Tuhan pada setiap malam turun ke langit Dunia”, “Tuhan bisa dilihat”, “Tuhan meletakkan kaki-Nya kedalam Neraka” dan hadis-hadis semisalnya. Lantas ia (Ahmad bin Hambal) menjawab: “Kita meyakini semua hadis-hadis tersebut. Kita membenarkan semua hadis tadi, tanpa perlu terhadap proses pentakwilan”.[10]Jelas metode semacam ini tidak sesuai dengan ajaran al-Quran dan as-Sunnah itu sendiri. Jika diperhatikan lebih dalam lagi, betapa al-Quran dalam ayat-ayatnya sangat menekankan penggunaan akal dan pikiran dalam bertindak.[11] Begitu juga hadis-hadis Nabi saw. Selain itu, pengingkaran secara mutlak campur tangan akal dan pikiran manusia dalam memahami ajaran agama akan mengakibatkan kesesatan dan bertentangan dengan ajaran al-Quran dan as-Sunnah itu sendiri. Dapat kita contohkan secara singkat penyimpangan yang terjadi akibat penerapan konsep tadi. Jika terdapat ayat semisal “Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas Arsy”,[12] atau seperti hadis yang menyatakan “Sesungguhnya Allah turun ke langit dunia pada setiap malam”[13], lantas, disisi lain kita tidak boleh menggunakan akal dalam memahaminya, bahkan cukup menerima teks sebagaimana adanya, maka kita akan terbentur dengan ayat lain dalam al-Quran seperti ayat “Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia”.[14] Apakah ayat dari surat Thoha tadi berartikan bahwa Allah bertengger di atas singgasana Arsy sebagaimana Ibnu Taimiyah duduk di atas mimbar, atau turun ke langit dunia sebagaimana Ibnu Taimiyah turun dari atas mimbarnya, yang itu semua berarti bertentangan dengan ayat dari surat as-Syuura di atas. Jadi akan terjadi kontradiksi dalam memahami hakekat ajaran agama Islam. Mungkinkah Islam sebagai agama paripurna akan terdapat kontradiksi? Semua kaum muslimin pasti akan menjawabnya dengan negatif, apalagi berkaitan dengan al-Quran sebagai sumber utama ajaran Islam.Melihat kelemahan metode dasar yang ditawarkan oleh Ahmad bin Hambal semacam ini, meniscayakan adanya pengeroposan ajaran-ajaran yang bertumpu pada metode tadi. Dalam masalah ini, kembali as-Sahrastani mengatakan: “Berbagai individu dari Salaf telah menetapkan sifat azali Tuhan, semisal; sifat Ilmu, Kemampuan (Qudrat)…dan mereka tidak membedakan antara sifat Dzati dan Fi’li. Sebagaimana mereka juga telah menetapkan sifat khabariyah buat Tuhan, seperti; dua tangan dan wajah Tuhan. Mereka tidak bersedia mentakwilnya, dan mengatakan: itu semua adalah sifat-sifat yang terdapat dalam teks-teks agama. Semua itu kita sebut sebagai sifat khabariyah”. Dalam kelanjutan dari penjelasan mengenai kelompok Salafi tadi, kembali as-Sahrastani mengatakan: “Para kelompok Salafi kontemporer meyakini lebih dari para kelompok Salaf itu sendiri. Mereka menyatakan, sifat-sifat khabari bukan hanya tidak boleh ditakwil, namun harus dimaknai secara zahir. Oleh karenanya, dari sisi ini, mereka telah terjerumus kedalam murni keyakinan tasybih. Tentu, permasalahan semacam ini bertentangan dengan apa yang diyakini oleh para salaf itu sendiri”.[15] Jadi sesuai dengan ungkapan Syahrastani, bahwa mayoritas para pengikut kelompok Salafi kontemporer telah menyimpang dari keyakinan para Salaf itu sendiri. Itu jika kita telaah secara global tentang konsep memahami teks. Akibatnya, mereka akan terjerumus kepada kesalahan fatal dalam mengenal Tuhan, juga dalam permasalahn-permasalahan lainnya. Padahal, masih banyak lagi permasalahan-permasalahan lain yang jelas-jelas para Salaf meyakininya, sedang pengaku pengikut salaf kontemporer (salafi) justru mengharamkan dengan alasan syirik, bidah, ataupun khurafat. Perlu ada tulisan tersendiri tentang hal-hal tadi, dengan disertai kritisi pendapat dan argumentasi para pendukung kelompok Wahabisme.[16] Itulah yang menjadi alasan bahwa para pengikut Salafi (kontemporer) itu sudah banyak menyimpang dari ajaran para Salaf itu sendiri, termasuk sebagian ajaran imam Ahmad bin Hambal sendiri.[17]

FAKTOR MUNCULNYA KELOMPOK SALAFI

Dalam melihat faktor kemunculan pemikiran untuk kembali kepada pendapat Salaf menurut Imam Ahmad bin Hambal dapat diperhatikan dari kekacauan zaman saat itu. Sejarah membuktikan, saat itu, dari satu sisi, kemunculan pemikiran liberalisme yang diboyong oleh pengikut Muktazilah yang meyakini keturutsertaan dan kebebasan akal secara ekstrim dan radikal dalam proses memahami agama. Sedang disisi lain, munculnya pemikiran filsafat yang banyak diadopsi dari budaya luar agama, menyebabkan munculnya rasa putus asa dari beberapa kelompok ulama Islam, termasuk Ahmad bin Hambal. Untuk lari dari pemikiran-pemikiran semacam itu, lantas Ahmad bin Hambal memutuskan untuk kembali kepada metode para Salaf dalam memahami agama, yaitu dengan cara tekstual. Syeikh Abdul Aziz ‘Izzuddin as-Sirwani dalam menjelaskan factor kemunculan pemikiran kembali kepada metode Salaf, mengatakan: “Dikatakan bahwa penyebab utama untuk memegang erat metode itu –yang sangat nampak pada pribadi Ahmad bin Hambal- adalah dikarenakan pada zamannya banyak sekali dijumpai fitnah-fitnah, pertikaian dan perdebatan teologis. Dari sisi lain, berbagai pemikiran aneh, keyakinan-keyakinan yang bermacam-macam dan beraneka ragam budaya mulai bermunculan. Bagaimana mungkin semua itu bisa muncul di khasanah kelimuan Islam. Oleh karenanya, untuk menyelamatkan keyakinan-keyakinan Islam, maka ia menggunakan metode kembali kepemikiran Salaf”.[18] Hal semacam itu pula yang dinyatakan oleh as-Syahrastani dalam kitab al-Milal wa an-Nihal.Fenomena semacam ini juga bisa kita perhatikan dalam sejarah hidup Abu Hasan al-Asy’ari pendiri mazhab al-Asyariyah. Setelah ia mengumumkan diri keluar dari ajaran Muktazilah yang selama ini ia dapati dari ayah angkatnya, Abu Ali al-Juba’i seorang tokoh Muktazilah dizamannya. Al-Asy’ari dalam karyanya yang berjudul “al-Ibanah” dengan sangat jelas menggunakan metode mirip yang digunakan oleh Ahmad bin Hambal. Namun karena ia melihat bahwa metode semacam itu terlampau lemah, maka ia agak sedikit berganti haluan dengan mengakui otoritas akal dalam memahami ajaran agama, walau dengan batasan yang sangat sempit. Oleh karenanya, dalam karya lain yang diberi judul “al-Luma’ ” nampak sekali betapa ia masih mengakui campur tangan dan keturutsertaan akal dalam memahami ajaran agama, berbeda dengan metode Ahmad bin Hambal yang menolak total keikutsertaan akal dalam masalah itu. Dikarenakan al-Asy’ari hidup di pusat kebudayaan Islam kala itu, yaitu kota Baghdad, maka sebutan Ahlusunnah pun akhirnya didentikkan dengan mazhabnya. Sedang mazhab Thohawiyah dan Maturidiyah yang kemunculannya hampir bersamaan dengan mazhab Asyariyah dan memiliki kemiripan dengannya, menjadi kalah pamor dimata mayoritas kaum muslimin, apalagi ajaran Ahmad bin Hambal sudah tidak lagi dilirik oleh kebanyakan kaum muslimin. Lebih-lebih pada masa kejayaan Ahlusunnah, kemunculan kelompok Salafi kontemporer yang dipelopori oleh Ibnu Taimiyah yang sebagai sempalan dari mazhab imam Ahmad bin Hambal, pun tidak luput dari ketidaksimpatian kelompok mayoritas Ahlusunnah. Ditambah lagi dengan penyimpangan terhadap akidah Salaf yang dilakukan Salafi kontemporer (pengikut Ibnu Taimiyah) -yang dikomandoi oleh Muhammad bin Abdul Wahab an-Najdi- serta tindakan arogansi yang dilancarkan para pengikut Salafi tersebut terhadap kalompok lain yang dianggap tidak sependapat dengan pemikiran mereka.

KECURANGAN KELOMPOK SALAFI

Setiap golongan bukan hanya berusaha untuk selalu mempertahankan kelangsungan golongannya, namun mereka juga berusaha untuk menyebarkan ajarannya. Itu merupakan suatu hal yang wajar. Akan tetapi, tingkat kewajarannya bukan hanya bisa dinilai dari sisi itu saja, namun juga harus dilihat dari cara dan sarana yang dipakai untuk mempertahankan kelangsungan dan penyebaran ajaran golongan itu. Dari sisi ini, kelompok Salafi banyak melakukan beberapa kecurangan yang belum banyak diketahui oleh kelompok muslim lainnya. Selain kelompok Ahlusunnah biasa, kelompok Ahli Tasawwuf dari kalangan Ahlusunnah dan kelompok Syiah (di luar Ahlusunnah) merupakan kelompok-kelompok di luar Wahabi (Salafi) yang sangat gencar diserang oleh kelompok Salafi. Kelompok Salafi tidak segan-segan melakukan hal-hal yang tidak ‘gentle’ dalam menghadapi kelompok-kelompok selain Salafi, terkhusus Syiah. Menuduh kelompok lain dari saudara-saudaranya sesama muslim sebagai ahli bid’ah, ahli khurafat, musyrik adalah kebiasaan buruk kaum Salafi, walaupun kelompok tadi tergolong Ahlusunnah. Disisi lain, mereka sendiri terus berusaha untuk disebut dan masuk kategori kelompok Ahlusunnah. Berangkat dari sini, kaum Salafi selalu mempropagandakan bahwa Syiah adalah satu kelompok yang keluar dari Islam, dan sangat berbeda dengan pengikut Ahlusunnah. Mereka benci dengan usaha-usaha pendekatan dan persatuan Sunnah-Syiah, apalagi melalui forum dialog ilmiah. Mereka berpikir bahwa dengan mengkafirkan kelompok Syiah, maka mereka akan dengan mudah duduk bersama dengan kelompok Ahlusunnah. Padahal realitanya tidaklah semacam itu. Karena mereka selalu menuduh kelompok Ahlusunnah sebagai pelaku Bid’ah, Khurafat, Takhayul dan Syirik. Mereka berpikir, sewaktu seorang pengikut Ahlusunnah melakukan ziarah kubur, tahlil, membaca shalawat dan pujian terhadap Nabi, istighotsah, bertawassul dan mengambil berkah (tabarruk) berarti ia telah masuk kategori pelaku syirik atau ahli bid’ah yang telah jelas konsekwensi hukumnya dalam ajaran Islam.Singkat kata, kebencian itu bukan hanya dilancarkan kepada Ahlusunnah, namun terlebih pada kelompok Syiah. Kebencian kaum Salafi terhadap Syiah, bahkan dilakukan dengan cara-cara tidak ilmiah bahkan cenderung arogan dan premanisme, sebagaimana yang dilakukannya di beberapa tempat. Mereka tahu bahwa kelompok Syiah sangat produktif dalam penerbitan buku-buku, terkhusus buku-buku agama. Karya-karya ulama Syiah mampu mengikuti perkembangan zaman dan dapat memberi masukan dalam menyelesaikan problem intelektual yang sedang dibutuhkan oleh masyarakat. Ulama Syiah mampu mengikuti wacana yang sedang berkembang, plus cara penyampaiannya pun dilakukan dengan cara ilmiah. Hal itulah yang menyebabkan kecemburuan kelompok Salafi terhadap Syiah kian menjadi. Akhirnya, sebagai contoh perbuatan licik yang mereka lakukan, sewaktu diadakan pameran Internasional Book-Fair di Mesir, dimana kelompok Syiah pun turut memeriahkan dengan membuka beberapa stand di pameran tersebut, melihat hal itu, kelompok Salafi (Wahabi) memborong semua kitab-kitab Syiah di stand-stand yang ada, yang kemudian membakar semua kitab yang dibelinya.[19] Jika mereka berani bersaing dengan kelompok Syiah dari sisi keilmiahan, kenapa mereka melakukan hal itu? Perlakuan mereka semacam itu sebagai salah satu bukti kuat, bahwa mereka tidak terlalu memiliki basis ilmiah yang cukup mumpuni sehingga untuk menghadapi Syiah, mereka tidak memiliki jalan lain kecuali harus menggunakan cara-cara emosional yang terkadang cenderung arogan itu. Cara itu juga yang mereka lakukan terhadap para pengikut tasawuf dan tarekat yang banyak ditemui dalam tubuh Ahlusunnah sendiri, khususnya di Indonesia. Segala bentuk makar dan kebohongan untuk mengahadapi rival akidahnya merupakan hal mubah dimata pengikut Salafi (Wahabi), karena kelompok Salafi masih terus beranggapan bahwa selain kelompoknya masih dapat dikategorikan pelaku syirik, bid’ah, khurafat dan takhayul. Perlakuan mereka terhadap kaum muslimin pada musim haji merupakan bukti yang tidak dapat diingkari.Yang lebih parah dari itu, para pendukung kelompok Salafi –yang didukung dana begitu besar- berani melakukan perubahan pada kitab-kitab standart Ahlusunnah, demi untuk menguatkan ajaran mereka, yang dengan jelas tidak memiliki akar sejarah dan argumentasi (tekstual dan rasional) yang kuat. Dengan melobi para pemilik percetakan buku-buku klasik agama yang menjadi standart ajaran –termasuk kitab-kitab hadis dan tafsir- mereka berani mengeluarkan dana yang sangat besar untuk merubah beberapa teks (hadis ataupun ungkapan para ulama) yang dianggap merugikan kelompok mereka. Kita ambil contoh apa yang diungkapkan oleh Syeikh Muhammad Nuri ad-Dirtsawi, beliau mengatakan: “Merubah dan menghapus hadis-hadis merupakan kebiasaan buruk kelompok Wahabi. Sebagai contoh, Nukman al-Alusi telah merubah tafsir yang ditulis oleh ayahnya, Syeikh Mahmud al-Alusi yang berjudul Ruh al-Ma’ani. Semua pembahasan yang membahayakan kelompok Wahabi telah dihapus. Jika tidak ada perubahan, niscaya tafsir beliau menjadi contoh buat kitab-kitab tafsir lainnya. Contoh lain, dalam kitab al-Mughni karya Ibnu Qodamah al-Hambali, pembahasan tentang istighotsah telah dihapus, karena hal itu mereka anggap sebagai bagian dari perbuatan Syirik. Setelah melakukan perubahan tersebut, baru mereka mencetaknya kembali. Kitab Syarah Shohih Muslim pun (telah dirubah) dengan membuang hadis-hadis yang berkaitan dengan sifat-sifat (Allah), kemudian baru mereka mencetaknya kembali”.[20]Namun sayang, banyak saudara-saudara dari Ahlusunnah lalai dengan apa yang mereka lakukan selama ini. Perubahan-perubahan semacam itu, terkhusus mereka lakukan pada hadis-hadis yang berkaitan dengan keutamaan keluarga (Ahlul-Bait) Nabi. Padahal, salah satu sisi kesamaan antara Sunni-Syiah adalah pemberian penghormatan khusus terhadap keluarga Nabi. Dari sinilah akhirnya pribadi seperti sayyid Hasan bin Ali as-Saqqaf menyatakan bahwa mereka tergolong kelompok Nashibi (pembenci keluarga Rasul).Dalam kitab tafsir Jami’ al-Bayan, sewaktu menafsirkan ayat 214 dari surat as-Syu’ara: “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabat-mu yang terdekat”, disitu, Rasulullah mengeluarkan pernyataan berupa satu hadis yang berkaitan dengan permulaan dakwah. Dalam hadis yang tercantum dalam kitab tafsir tersebut disebutkan, Rasul bersabda: “Siapakah diantara kalian yang mau menjadi wazir dan membantuku dalam perkara ini -risalah- maka akan menjadi saudaraku…(kadza…wa…kadza)...”. Padahal, jika kita membuka apa yang tercantum dalam tarikh at-Thabari kata “kadza wa kadza” (yang dalam penulisan buku berbahasa Indonesia, biasa digunakan titik-titik) sebagai ganti dari sabda Rasul yang berbunyi; “Washi (pengganti) dan Khalifah-ku”. Begitu pula hadis-hadis semisal, “Aku adalah kota ilmu, sedang Ali adalah pintunya” yang dulu tercantum dalam kitab Jaami’ al-Ushul karya Ibnu Atsir, kitab Tarikh al-Khulafa’ karya as-Suyuthi dan as-Showa’iq al-Muhriqoh karya Ibnu Hajar yang beliau nukil dari Shohih at-Turmudzi, kini telah mereka hapus. Melakukan peringkasan kitab-kitab standard, juga sebagai salah satu trik mereka untuk tujuan yang sama. Dan masih banyak usaha-usaha licik lain yang mereka lancarkan, demi mempertahankan ajaran mereka, terkhusus ajaran kebencian terhadap keluarga Nabi. Sementara sudah menjadi kesepakatan kaum muslimin, bahwa mencintai keluarga Nabi adalah suatu kewajiban, sebagaimana Syair yang pernah dibawakan oleh imam Syafi’i:“Jika mencintai keluarga Muhammad adalah Rafidhi (Syiah), maka saksikanlah wahai ats-Tsaqolaan (jin dan manusia) bahwa aku adalah Rofidhi”.[21]

SALAFI (WAHABI) DAN KHAWARIJ

Tidak berlebihan kiranya jika sebagian orang beranggapan bahwa kaum Wahabi (Salafi) memiliki banyak kemiripan dengan kelompok Khawarij. Melihat, dari sejarah yang pernah ada, kelompok Khawarij adalah kelompok yang sangat mirip sepak terjang dan pemikirannya dengan kelompok Wahabi. Oleh karenanya, bisa dikatakan bahwa kelompok Wahabi adalah pengejawantahan kelompok Khawarij di masa sekarang ini. Disini, secara singkat bisa disebutkan beberapa sisi kesamaan antara kelompok Wahabi dengan golongan Khawarij yang dicela melalui lisan suci Rasulullah saw, dimana Rasul memberi julukan golongan sesat itu (Khawarij) dengan sebutan “mariqiin”, yang berarti ‘lepas’ dari Islam sebagaimana lepasnya anak panah dari busurnya.[22] Paling tidak ada enam kesamaan antara dua golongan ini yang bisa disebutkan. Pertama, sebagaimana kelompok Khawarij dengan mudah menuduh seorang muslim dengan sebutan kafir, kelompok Wahabi pun sangat mudah menuduh seorang muslim sebagai pelaku syirik, bid’ah, khurafat dan takhayul. Yang semua itu adalah ‘kata halus’ dari pengkafiran, walaupun dalam beberapa hal memiliki kesamaan dari konsekwensi hukumnya. Abdullah bin Umar dalam mensifati kelompok Khawarij mengatakan: “Mereka menggunakan ayat-ayat yang diturunkan bagi orang-orang kafir, lantas mereka terapkan untuk menyerang orang-orang beriman”.[23] Ciri-ciri semacam itu juga akan dengan mudah kita dapati pada pengikut kelompok Salafi (Wahabi) berkaitan dengan saudara-saudaranya sesama muslim. Bisa dilihat, betapa mudahnya para rohaniawan Wahabi (muthowi’) menuduh para jamaah haji sebagai pelaku syirik dan bid’ah dalam melakukan amalan yang dianggap tidak sesuai dengan akidah mereka.Kedua, sebagaimana kelompok Khawarij disifati sebagaimana yang tercantum dalam hadis Nabi: “Mereka membunuh pemeluk Islam, sedang para penyembah berhala mereka biarkan”,[24] maka sejarah telah membuktikan bahwa kelompok Wahabi pun telah melaksanakan prilaku keji semacam itu. Sebagaimana yang pernah dilakukan pada awal penyebaran Wahabisme oleh pendirinya, Muhammad bin Abdul Wahab. Pembantaian berbagai kabilah dari kaum muslimin mereka lakukan dibeberapa tempat, terkhusus diwilayah Hijaz dan Iraq kala itu.Ketiga, sebagaimana kelompok Khawarij memiliki banyak keyakinan yang aneh dan keluar dari kesepakatan kaum muslimin, seperti keyakinan bahwa pelaku dosa besar dihukumi kafir, kaum Wahabi pun memiliki kekhususan yang sama.Keempat, seperti kelompok Khawarij memiliki jiwa jumud (kaku), mempersulit diri dan mempersempit luang lingkup pemahaman ajaran agama, maka kaum Wahabi pun mempunyai kendala yang sama.Kelima, kelompok Khawarij telah keluar dari Islam dikarenakan ajaran-ajaran yang menyimpang, maka Wahabi pun memiliki penyimpangan yang sama. Oleh karenanya, ada satu hadis tentang Khawarij yang diriwayatkan oleh Bukhari dalam kitab Shahihnya, yang dapat pula diterapkan pada kelompok Wahabi. Rasul bersabda: “Beberapa orang akan muncul dari belahan Bumi sebelah timur. Mereka membaca al-Quran, tetapi (bacaan tadi) tidak melebihi batas temggorokan. Mereka telah keluar dari agama (Islam), sebagaimana terkeluarnya (lepas) anak panah dari busurnya. Tanda-tanda mereka, suka mencukur habis rambut kepala”.[25]


Al-Qistholani dalam mensyarahi hadis tadi mengatakan: “Dari belahan bumi sebelah timur” yaitu dari arah timur kota Madinah semisal daerah Najd.[26] Sedang dalam satu hadis disebutkan, dalam menjawab perihal kota an-Najd: “Di sana terdapat berbagai goncangan, dan dari sana pula muncul banyak fitnah”.[27] Atau dalam ungkapan lain yang menyebutkan: “Disana akan muncul qorn setan”. Dalam kamus bahasa Arab, kata qorn berartikan umat, pengikut ajaran seseorang, kaum atau kekuasaan.[28]Sedang kita tahu, kota Najd adalah tempat lahir dan tinggal Muhammad bin Abdul Wahab an-Najdi, pendiri Wahabi. Kota itu sekaligus sebagai pusat Wahabisme, dan dari situlah pemikiran Wahabisme disebarluaskan kesegala penjuru dunia. Banyak tanda zahir dari kelompok tersebut. Selain mengenakan celana atau gamis hingga betis, mencukur rambut kepala sedangkan jenggot dibiarkan bergelayutan tidak karuan adalah salah satu syiar dan tanda pengikut kelompok ini.Keenam, sebagaimana kelompok Khawarij meyakini bahwa “negara muslim” (Daar al-Salam) jika penduduknya banyak melakukan dosa besar, maka dapat dikategorikan “negara zona perang” (Daar al-Harb), kelompok radikal Wahabi pun meyakini hal tersebut. Sekarang ini dapat dilihat, bagaimana kelompok-kelompok radikal Wahabi –seperti al-Qaedah- melakukan aksi teror diberbagai tempat yang tidak jarang kaum muslimin juga sebagai korbannya.Tulisan ringkas ini mencoba untuk mengetahui tentang apa dan siapa kelompok Salafi (Wahabi). Semoga dengan pengenalan ringkas ini akan menjadi kejelasan akan kelompok yang disebut-sebut sebagai Salafi ini, yang mengaku penghidup kembali ajaran Salaf Saleh. Sehingga kita bisa lebih berhati-hati dan mawas diri terhadap aliran sesat dan menyesatkan yang telah menyimpang dari Islam Muhammadi tersebut.

Penulis: Adalah mahasiswa pasca sarjana Perbandingan Agama dan Mazhab di Universitas Imam Khomaini Qom, Republiks Islam Iran.


Rujukan:

[2] Lisan al-Arab Jil:6 Hal:330

[3] As-Salafiyah Marhalah Zamaniyah Hal:9, karya Dr. M Said Ramadhan Buthi

[4] As-Shohwat al-Islamiyah Hal:25, karya al-Qordhowi

[5] Al-Aqoid as-Salafiyah Hal: 11, karya Ahmad bin Hajar Aali Abu Thomi


[6] Al-Madzahib al-Islamiyah Hal:331, karya Muhammad Abu Zuhrah


[7] Untuk lebih jelasnya, dapat ditelaah lebih lanjut kitab tebal karya penulis Arab al-Ustadz Nasir as-Sa’id tentang sejarah kerajaan Arab Saudi yang diberi judul “Tarikh aali Sa’ud”. Karya ini berulang kali dicetak. Disitu dijelaskan secara detail sejarah kemunculan keluarga Saud di Jazirah Arab hingga zaman kekuasaan raja Fahd. Dalam karya tersebut, as-Said menetapkan bahwa keluarga Saud (pendiri) kerajaan Arab Saudi masih memiliki hubungan darah dan emosional dengan Yahudi Arab.


[8] Selengkapnya silahkan lihat: As-Salafiyah al-Wahabiyah, karya Hasan bin Ali as-Saqqaf, cet: Daar al-Imam an-Nawawi, Amman-Yordania


[9] Al-Milal wa an-Nihal Jil:1 Hal:165, karya as-Syahrastani


[10] Fi ‘Aqo’id al-Islam Hal:155, karya Muhammad bin Abdul Wahab (dalam kumpulan risalah-nya)


[11] Ayat-ayat al-Quran yang bebunyi “afalaa ta’qiluun” (Apakah kalian tidak memakai akal) atau “Afalaa tatafakkarun” (Apakah kalian tidak berpikir) dan semisalnya akan sangat mudah kita dapati dalam al-Quran. Ini semua salah satu bukti konkrit bahwa al-Quran sangat menekankan penggunaan akal dan mengakui keturutsertaan akal dalam memahami kebenaran ajaran agama.


[12] Q S Thoha:5


[13] Al-Washiyah al-Kubra Hal:31 atau Naqdhu al-Mantiq Hal:119 karya Ibnu Taimiyah


[14] Q S as-Syura:11


[15] Al-Milal wa an-Nihal Jil:1 Hal:84


[16] Banyak hal yang terbukti dengan argumen teks yang mencakup ayat, riwayat, ungkapan dan sirah para sahabat, tabi’in dan tabi’ tabi’in diperbolehkan, namun paea kelompok Salafi (Wahabi) mengharamkannya, seperti masalah; membangun dan memberi cahaya lampu pada kuburan, berdoa disamping makam para kekasih Ilahi (waliyullah), mengambil berkah dari makam kekasih Allah, menyeru atau meminta pertolongan dan syafaat dari para kekasih Allah pasca kematian mereka, bernazar atau sumpah atas nama para kekasih Allah, memperingati dan mengenang kelahiran atau kematian para kekasih Allah, bertawassul, dan melaksanakan tahlil (majlis fatehah)…semua merupakan hal yang diharamkan oleh para kelompok Salafi, padahal banyak ayat dan riwayat, juga prilaku para Salaf yang menunjukkan akan diperbolehkannya hal-hal tadi.


[17] Salah satu bentuk penyimpangan kelompok Wahabi terhadap ajaran imam Ahmad bin Hambal adalah pengingkaran Ibnu Taimiyah terhadap berbagai hadis berkaitan dengan keutamaan keluarga Rasul, yang Imam Ahmad sendiri meyakini keutamaan mereka dengan mencantumkannya dalam kitab musnadnya. Dari situ akhirnya Ibnu Taimiyah bukan hanya mengingkari hadis-hadis tersebut, bahkan melakukan pelecehan terhadap keluarga Rasul, terkhusus Ali bin Abi Thalib. (lihat: Minhaj as-Sunnah Jil:8 Hal:329) Dan terbukti, kekhilafahan Ali sempat “diragukan” oleh Ibnu Taimiyah dalam kitabnya “Minhaj as-Sunnah” (lihat: Jil:4 Hal:682), dan ia termasuk orang yang menyebarluaskan keraguan itu. Padahal, semua kelompok Ahlusunnah “meyakini” akan kekhilafahan Ali. Lantas, masihkah layak Ibnu Taimiyah beserta pengikutnya mengaku sebagai pengikut Ahlussunnah?


[18] al-Aqidah li al-Imam Ahmad bin Hambal Hal:38


[19] As-Salafiyah baina Ahlusunnah wa al-Imamiyah Hal:680


[20] Rudud ‘ala Syubahaat as-Salafiyah Hal:249


[21] Diwan as-Syafi’i Hal:55


[22] Musnad Ahmad Jil:2 Hal:118


[23] Sohih Bukhari Jil:4 Hal:197


[24] Majmu’ al-Fatawa Jil:13 Hal:32, karya Ibnu Taimiyah


[25] Shahih Bukhari, kitab at-Tauhid Bab:57 Hadis ke-7123


[26] Irsyad as-Saari Jil:15 Hal:626


[27] Musnad Ahmad Jil:2 Hal:81 atau Jil:4 Hal:5


[28] Al-Qomuus Jil:3 Hal:382 kata: Qo-ro-na



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer